Pasar Saham Rindu Sentimen Segar

Pasar Saham Rindu Sentimen Segar

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2008 08:08 WIB
Pasar Saham Rindu Sentimen Segar
Jakarta - Tekanan global yang terus menggelayut di lantai bursa telah membuat arah pasar saham makin sulit ditebak. Pelaku pasar merindukan sentimen segar untuk berburu saham.

Dalam beberapa pekan terkahir pasar saham terus dibombadir sentimen tingginya harga minyak dunia. Kenaikan emas hitam ini telah membuat investor cemas akan dampaknya terhadap inflasi dan kesehatan APBN.

Maka itu pelaku pasar berharap ada sentimen segar yang bisa melawan sentimen negatif tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan saham akhir pekan Jumat (25/4/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengikuti gerak bursa regional dan global.

Saham di bursa Jepang pagi ini dibuka menguat mengikuti Wall Street yang menguat karena turunnya data angka pengangguran dan perolehan laba Ford Motor di triwulan I-2008 yang mencapai US$ 100 juta.

Departemen tenaga kerja AS melaporkan angka pengangguran berkurang 33.000 menjadi 342.000 pada akhir pekan lalu. Penurunan ini lebih besar dari perkiraan semula 3.000 sehingga menimbulkan optimisme dikalangan pelaku pasar.

Indeks Dow Jones naik 85,73 poin (0,67%) ke posisi 12.848,95. The Standard & Poor's 500 naik 8,89 poin (0,64%) menjadi 1.388,82 dan Nasdaq naik 23,71 poin (0,99%) menjadi 2.428,92.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (24/4/2008) IHSG tumbang 44,322 poin (1,92%) ke level 2.269,980.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Kemarin IHSG kembali anjlok menyusul profit taking yang melanda saham pertambangan. Situasi perekonomian dalam negeri yang dilanda ketidakpastian atas langkah pemerintah terkait perkembangan harga minyak menambah sentimen negatif terhadap IHSG. Kami perkirakan dalam jangka pendek hal yang sama masih akan berlangsung. Hari ini, kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed melemah menuju level support psikologis 2.240. Sementara resistance berada di 2.305.

eTrading Securities

Bursa Indonesia kemarin ditutup terkoreksi cukup dalam sekitar 1,9% ke level 2.269,9 akibat kekhawatiran tingginya harga minyak dunia. koreksi juga terjadi pada pasar obligasi dimana harga SUN dengan tenor 5 tahun mengalami kenaikan. Sementara sentimen positif bagi bursa akan didapat dari penguatan bursa Amerika terkait penurunan angka pengangguran di US, laba 1Q Ford yang mencapai US$ 100 juta dan menguatnya Dollar AS terhadap mata uang lainnya. Hal ini membawa Bursa Asia dibuka menguat pagi ini.

Indeks Bursa Indonesia diperkirakan akan rebound pada perdagangan hari ini dengan saham pilihan antara lain TINS, INCO, AALI dan ASII. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2235 - 2300.

Β  (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads