Salah satu penyebab penurunan laba bersih itu adalah turunnya angka penjualan menjadi US$380 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 446,7 juta.
"Penurunan pendapatan penjualan terutama disebabkan karena turunnya harga realisasi rata-rata nikel dalam matte," jelas Presdir Inco, Arif Siregar dalam siaran pers yang diterima, Jumat (25/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mencapai hasil produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kenaikan kurang lebih 1.200 metrik ton diantaranya disebabkan oleh penundaan rencana penghentian pemeliharaan tanur listrik menjadi di bulan April 2008 dan selebihnya disebabkan karena operasi yang lebih baik," jelas Arif.
Angka produksi itu mencerminkan sedikit lebih dari 25 persen target optimistis produksi 2008 sebesar 78.000-hingga-79.000 metrik ton.
"Inco mencapai hasil ini dikarenakan kenaikan kadar nikel, tersedianya energi untuk tanur listrik dan peningkatan efisiensi produksi meskipun pada kenyataannya kami mengalami tingkat curah hujan yang lebih rendah dalam wilayah utama kami dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2007," imbuhnya.
Dari sisi biaya produksi tunai Inco per unit pada triwulan I-2008 naik 20 persen menjadi US$8.857 per metrik ton dari US$ 7.386 per metrik ton pada triwulan yang sama tahun 2007. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya harga minyak bakar berkadar sulfur tinggi (HSFO) dan meningkatnya harga dan pemakaian disel. Peningkatan ini diimbangi sebagian dengan lebih rendahnya biaya karyawan.
Pada triwulan I-2008, Inco menggunakan 676.321 barel HSFO, menurun dari penggunaan pada triwulan pertama tahun 2007 sebesar 708.839 barel. Namun, biaya rata-rata HSFO naik menjadi US$ 75,63 per barel pada triwulan pertama tahun 2008 bila dibandingkan dengan biaya rata-rata yang dibayarkan selama periode yang sama tahun 2007 sebesar US$48,73 per barel.
PT Inco juga menggunakan 47.640 kiloliter bahan bakar disel dengan biaya rata-rata sebesar US$0,75 per liter, naik dari 28.996 kiloliter dengan biaya rata-rata US$0,53 per liter pada triwulan pertama tahun 2007. Peningkatan yang berarti dalam penggunaan disel terutama disebabkan oleh penambahan 32 pembangkit listrik tenaga disel yang mulai digunakan pada bulan Mei dan Juni 2007.
"Kami sedang melakukan penilaian dan menjalankan beberapa implementasi inisiatif untuk meningkatkan efisiensi biaya dan mengurangi ketergantungan struktur biaya kami pada harga minyak," tegas Arif.
Inco akan berupaya memastikan pembangkit listrik tenaga air dapat menghasilkan tenaga maksimum bagi tanur-tanur listriknya dengan melanjutkan usaha-usaha kami dalam penyemaian awan dan konservasi energi.
"Inco juga sedang membangun kembali pembangkit listrik tenaga uap yang akan beroperasi dengan biaya lebih rendah bila dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga disel. Dalam jangka menengah, kami akan menyelesaikan proyek konversi batu bara dalam bentuk bubuk yang dapat memberikan keleluasaan bagi kami untuk menggunakan batu bara. Dalam jangka panjang, kami akan mengurangi biaya energi dengan menyelesaikan fasilitas pembangkit listrik tenaga air yang ketiga di sungai Larona di Karebbe," urai Arif.
(qom/ir)











































