Rupiah & IHSG Digoyang Inflasi

Sesi Siang

Rupiah & IHSG Digoyang Inflasi

- detikFinance
Senin, 28 Apr 2008 12:09 WIB
Jakarta - Ancaman tingginya inflasi masih menjadi musuh nomor satu pelaku pasar. Sentimen inflasi ini kembali menekan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Senin (28/4/2008), IHSG turun 8,030 poin (0,36%) ke posisi 2.232,548. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, turun 25 poin ke posisi 9.240 per dolar AS.

Penurunan saham dan rupiah ini karena pelaku pasar khawatir tingginya inflasi akibat kenaikan harga minyak dan komoditas pangan, bisa membuat pasar modal dalam negeri kehilangan pesona.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inflasi yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 30 April 2008, akan menunjukkan kemana tren inflasi tahun ini. Padahal biasanya bulan April selalu mencatat deflasi.

Sementara bursa regional siang ini ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah, seperti Australia turun 0,16%, Hang Seng naik 0,37%, Seoul turun 0,41%, Nikkei turun 0,84%, STI Singapura naik 0,7%.

Perdagangan sesi siang mencatat transaksi saham sebanyak 19.911 kali, dengan volume 961,7 juta saham, senilai Rp 1,309 triliun. Sebanyak 45 saham naik, 101 saham turun dan 48 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 400 menjadi Rp 22.800, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 250 menjadi Rp 11.650, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 200 menjadi Rp 8.700, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 19.300, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 6.300 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 menjadi Rp 9.850. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads