Saham Tunggu Petunjuk The Fed

Saham Tunggu Petunjuk The Fed

- detikFinance
Selasa, 29 Apr 2008 07:27 WIB
Saham Tunggu Petunjuk The Fed
Jakarta - Pasar saham global bergerak perlahan diawal pekan ini. Investor menunggu 'petunjuk' dari the Fed untuk melihat pergerakan pasar saham ke depan.

Bank Sentral AS atau The Federal Open Market Committee (FOMC) akan melakukan pertemuan selama dua hari pada 29-30 April 2008.

Pasar memprediksi the Fed akan memangkas suku bunga terakhir kalinya pada rapat tersebut sebesar 0,25% dari posisi saat ini 2,25%. Untuk selanjutnya the Fed akan mengakhiri kebijakan pemotongan bunganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu AS (28/4/2008) ditutup bervariasi karena pasar mengantisipasi keputusan the Fed.

Indeks Dow Jones turun 20,11 poin (0,16%) menjadi 12.871,75. Indeks Standard & Poor's 500 tergelincir 1,47 poin (0,11%) menjadi 1.396,37, sedangkan Nasdaq naik 1,47 poin (0,06%) menjadi 2.424,40.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (29/4/2008) diprediksi juga ikut bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (28/4/2008), IHSG naik 13,730 poin (0,61%) ke posisi 2.254,308 yang sebelumnya pada sesi satu sempat melemah.

Di tengah masa konsolidasi bursa global yang menunggu keputusan the Fed, IHSG akan menggunakan sentimen positif laporan keuangan emiten triwulan I-2008 yang mulai banyak diumumkan.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks mendapat sentimen positif dari emiten yang rilis laporan keuangan kuartal I 2008 dengan menguat tipis 13 poin ke posisi 2.254. Investor mengkoleksi saham dari sektor banking, pertambangan dan perkebunan sebagai antisipasi performance yang masih bagus ditengah kekhawatiran inflasi dan kenaikan BBM. Saham BUMI menjadi index mover mendekati RUPSLB dan jika kondisi bursa diluar relatif stabil menjelang sidang The Fed, indeks berpeluang bergerak positif dikisaran 2.230-2.270 dengan saham pilihan: BUMI, AALI, PTBA, BMRI dan APEX.

eTrading Securities

Kemarin Bursa Indonesia berhasil ditutup menguat 13,7 poin (0,6%) ke level 2.254,3 setelah selama sesi perdagangan berada di teritori negatif. Penguatan indeks akibat keyakinan pelaku pasar bahwa inflasi bulan April akan lebih rendah dari inflasi bulan Maret yang mencapai 0,95%.

Semalam, indeks Dow Jones ditutup terkoreksi tipis akibat pelaku pasar masih menunggu hasil keputusan rapat The Fed yang akan dilakukan Malam ini. Sementara bursa Asia dibuka mixed pada hari ini. Harga minyak pada perdagangan kemarin sempat mencetak rekor baru di level US$119,4/barrel akibat pemogokan dan penutupan pipa migas di Inggris yang memasok sekitar 40% kebutuhan migas Inggris. Bursa Indonesia diperkirakan masih akan mampu melanjutkan penguatan. Beberapa saham pilihan antara lain BMRI, BBCA, AALI dan TLKM.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads