Bata Siapkan Rp 70 M untuk Pabrik Sepatu di Purwakarta

Bata Siapkan Rp 70 M untuk Pabrik Sepatu di Purwakarta

- detikFinance
Selasa, 29 Apr 2008 12:30 WIB
Bata Siapkan Rp 70 M untuk Pabrik Sepatu di Purwakarta
Jakarta - PT Sepatu Bata Tbk (Bata) akan investasikan Rp 70 miliar untuk mengembangkan pabrik sepatunya yang ada di Purwakarta, seiring dengan ditutupnya pabrik sepatu Bata di Kalibata, Jakarta.

Demikian disampaikan oleh Direktur perseroan Ibnu Baskoro dalam jumpa pers di Gedung World Trade Center, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Selasa (29/4/2008).

"Dana investasi tersebut akan didapatkan dari hasil penjualan aset-aset pabrik Kalibata yang saat ini sudah dinilai oleh appraisal independent," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baskoro belum mau menyebutkan berapa nilai aset pabrik di Kalibata, tapi penawaran yang masuk dikatakannya sudah melebihi angka yang diberikan oleh appraisal independent.

"Yang pasti angka penjualan pabrik Kalibata jauh di atas Rp 100 miliar, jadi dananya masih cukup untuk mengembangkan strategi kami ke depan," katanya.

Pabrik sepatu Bata pindah karena di sekitar pabrik di Kalibata sudah dipenuhi dengan pemukiman warga, jadi tidak cocok sebagai pabrik. Purwakarta dinilai lebih pas untuk dijadikan sebagai pabrik pusat produksi.

Adapun kapasitas produksi pabrik di Purwakarta saat ini adalah 3,25 juta pasang per tahun, dan rencananya dengan pengembangan mesin berteknologi, kapasitas pabrik di Purwakarta akan ditingkatkan menjadi 13,25 juta pasang sepatu per tahun.

Pada kesempatan yang sama, Merchandising Director perseroan Anita R. Napitupulu mengatakan untuk tahun ini perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi persaingan di industri ke depan.

"Tantangan produk dari Cina saat ini sangat ketat, dan kita harus mengatasi tantangan ini baik untuk pasar di Indonesia maupun pasar ekspor, apalagi produk Cina tidak jelas berapa banyak yang masuk ke Indonesia," tuturnya.

Anita mengatakan strategi yang akan dilakukan antara lain pengembangan pabrik Purwakarta, lalu mendirikan Shoe Innovation Center di Pabrik tersebut, dan yang terakhir melakukan perjanjian pemakaian lisensi Bata (Trade Mark License) dengan Bata Shoe Organization yang ada Toronto, Kanada sehingga perseroan jadi pemegang lisensi ekslusif tetap di Indonesia.

Bata saat ini menguasai pangsa pasar 7%. Saat ini pasar domestik mendapat porsi 90 persen dari produksi Bata, dan sisanya untuk ekspor ke berbagai negara.

"Penjualan kita 12 juta pasang per tahun, melalui 500 dealer yang ada di Indonesia," katanya.

Untuk kinerja, pada tahun 2007 kinerja penjualan perseroan tumbuh 15 persen menjadi Rp 494 miliar di 2007 dan laba bersih meningkat 71 persen menjadi Rp 35 miliar di 2007. Sementara untuk earning per share meningkat menjadi Rp 2.660 di 2007.

"Di tahun ini kita targetkan penjualan akan lebih tinggi dari 15 persen dan kalau bisa jauh dari 15 persen," kata Ibnu. Ditambahkan Ibnu, Bata optimis dapat meningkatkan kinerjanya dengan performa yang konsisten karena Bata masih bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan industri.

Untuk melancarkan berbagai strateginya, pada 8 Mei 2008 perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam menjalankan strategi yang disebutkan.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads