Wall Street Siaga, IHSG Tenang

Wall Street Siaga, IHSG Tenang

- detikFinance
Rabu, 30 Apr 2008 08:15 WIB
Wall Street Siaga, IHSG Tenang
Jakarta - Investor saham di Wall Street bersikap hati-hati dan cenderung waspada melakukan transaksi perdagangan karena masih menunggu hasil rapat The Fed selama dua hari 29-30 April 2008 yang akan memutuskan suku bunga AS.

Tingginya inflasi akibat kenaikan harga minyak dunia dan BBM di AS membuat pasar memprediksi pertemuan bank sentral AS akan memangkas suku bunga 0,25% dari saat ini 2,25%. Pasar menilai keputusan the Fed menurunkan suku bunga itu kemungkinan adalah yang terakhir kalinya sebelum mengakhiri sementara kebijakan pemotongan suku bunga.

Investor di AS cemas tingginya inflasi akibat kenaikan minyak telah membuat harga-harga ikut naik. Jika harga naik tentu saja akan membuat masyarakat mengurangi belanjanya yang ujung-ujungnya akan berpengaruh pada kegiatan ekonomi AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan saham Selasa waktu AS (30/4/2008) indeks Dow Jones turun 39,81 poin (0,31%) ke posisi 12.831,94. Indeks Standard & Poor's 500 turun 5,43 poin (0,39%) ke posisi 1.390,94 dan Nasdaq naik 1,70 poin (0,07%) menjadi 2.426,10.

Namun kekhawatiran di Wall Street ini diprediksi tidak akan begitu menular ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun pada perdagangan saham Rabu (30/4/2008), IHSG diprediksi bisa mengalami profit taking setelah mengalami kenaikan yang tinggi pada Selasa kemarin. Namun IHSG juga masih punya peluang positif dari sentimen laporan keuangan

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (29/4/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 49,218 poin (2,18%) ke posisi 2.303,526.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Ditengah kondisi bursa regional yang flat, indeks menembus 2.300 kelevel 2.303 atau menguat 49 poin. Euphoria laporan keuangan kuartal I 2008 sementara waktu menghapus kekhawatiran kenaikan BBM dan inflasi. Selanjutnya investor akan mencermati sidang The Fed dan RUPSLB BUMI dimana arah indeks berpeluang terjadi profit taking menjelang libur dengan kisaran 2.270 - 2.320 dengan saham pilihan: ASII, TINS, PTBA, INDF dan LSIP.

eTrading Securities


Bursa Indonesia kemarin berhasil melanjutkan penguatannya dengan kenaikan indeks mencapai 49,2 poin (2,1%) dan ditutup di level 2303,5. Ekspektasi akan turunnya tingkat inflasi di bulan April membuat pelaku pasar mulai kembali mengkoleksi saham-saham blue chip yang telah terkoreksi cukup dalam.

Semalam Bursa Amerika kembali ditutup terkoreksi tipis karena investor masih menunggu keputusan The Fed yang rencananya akan kembali menurunkan Fed Rate sekitar 25 bps ke level 2%. Sentimen negatif lainnya datang dari data indeks kepercayaan konsumen yang kembali turun di bulan April dan mencetak angka terendah sejak 5 tahun terakhir dimana 2/3 perekonomian US digerakkan oleh belanja konsumen.

Sementara, harga minyak dunia berhasil turun ke kisaran US$115,6/barrel seiring penurunan permintaan di bulan Februari dan naiknya supply seiring berakhirnya penutupan pipa migas di Inggris. Bursa Indonesia diperkirakan masih akan mampu melanjutkan penguatannya dengan target resistance kuat di 2350. Beberapa saham blue chip yang masih murah seperti TLKM, INCO, PGAS dan ASII masih layak untuk dikoleksi.
   (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads