"Pertumbuhan yang berhasil XL peroleh melebihi pertumbuhan industri. Sebagai hasil dari sejumlah strategi yang kami terapkan sejak tahun 2007 lalu," kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi dalam siaran pers, Rabu (30/4/2008).
Kenaikan pendapatan ini terutama karena peningkatan yang signifikan pada total outgoing Minutes of Usage dan jumlah pelanggan. Per 31 Maret 2008, total pelanggan XL mencapai 18,4 juta, naik 82% dibanding periode yang sama tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapaian EBITDA naik 47% dibandingkan triwulan I-2007 menjadi Rp 1,1 triliun atau naik 4%. Pada triwulan I-2008, XL juga mencatat pendapatan bersih (net income) sebesar Rp 368 miliar, naik 109% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang triwulan I-2008, XL telah membangun 1.133 BTS di seluruh wilayah nusantara, sehingga total BTS XL saat ini mencapai 12.290 unit. Hingga akhir 2007, XL telah menjangkau 90% dari populasi nasional. XL mengalokasikan dana belanja modal (Capex) untuk 2008 sampai dengan US$ 1 miliar, dengan fokus peningkatan kapasitas.
Sementara itu dengan hasil RUPS pada tanggal 4 April 2008, XL akan membagikan dividen tunai berdasarkan kinerja 2007 pada tanggal 16 Mei 2008. Total dividen yang akan dibagikan adalah Rp 142 miliar atau Rp 20 per saham, naik sebesar 115% dibandingkan dividen yang dibagikan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, pada tanggal 28 April 2008, TM telah mengumumkan bahwa proses demerger TM Group dan proses akuisisi saham XL milik Khazanah Nasional Berhad oleh Indocel Holding Sdn Bhd telah selesai pada tanggal 25 April 2008. Dengan demikian, total kepemilikan saham XL oleh Indocel Holding Sdn Bhd menjadi 83,8%. Kepemilikan lainnya oleh Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Ltd (16%), dan publik (0,2%)
(ir/ddn)











































