Pada laporan keuangan triwulan I-2008, UNTR mencatat pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp 5,78 triliun, atau naik 55% dari pendapatan Rp 3,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut siaran pers dari UNTR yang diterima Jumat (2/5/2008), kenaikan pendapatan ini bersumber dari kinerja yang memuaskan dari tiga bisnis utama Perseroan, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan dan Pertambangan. Tingginya penjualan alat berat, produksi batu bara dan pemindahan tanah, serta penjualan batu bara, seluruhnya mendukung momentum pertumbuhan yang sudah mulai terbangun sejak tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor pertambangan dan perkebunan masih menjadi katalis utama dalam penjualan alat berat, dimana kedua sektor tersebut menyerap 74% dari total volume penjualan Komatsu, meningkat dari 66% pada tahun lalu.
Dari segi pangsa pasar, Komatsu tetap memimpin pada tingkat 48%. Sejalan dengan tingginya penjualan alat berat, pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan layanan pemeliharaan alat juga mengalami peningkatan sebesar 61%.
PT Pamapersada Nusantara (Pama) sebagai divisi Kontraktor Penambangan juga menunjukkan perbaikan kinerja dengan produksi sebesar 14,2 juta ton batu bara dan 99,3 juta bcm pemindahan tanah. Dibandingkan kinerja tahun lalu, pencapaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 27% (untuk produksi batu bara) dan 37% (untuk pemindahan tanah).
Sementara divisi Pertambangan yaitu PT Dasa Eka Jasatama (DEJ) pada kuartal ini berhasil menjual batu bara sebanyak 1 juta ton, atau naik 53%.
(dro/qom)











































