"Kami akan segera meningkatkan kepemilikan saham kami di ARBV menjadi 51%. Untuk keperluan tersebut kami menyiapkan anggaran US$ 40 juta," ujar Direktur Utama UNSP, Ambono Janurianto, usai analis briefing di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu Malam (30/4/2008).
Saat ini kepemilikan saham UNSP di ARBV sebesar 25%. Jadi dana US$ 40 tersebut akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham UNSP di ARBV sebesar 26% agar menjadi mayoritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2007 lalu, harga CPO Rotterdam Price di tingkat CIF ditutup sebesar US$ 777 per ton. Pada triwulan I 2008 ini harga CIF CPO di Rotterdam Price sudah naik 15,8% menjadi di kisaran US$ 900 per ton.
"Kita perkirakan akan meningkat lagi di triwulan II, mungkin ke posisi US$ 920 per ton," ujar Ambono.
Kontribusi kinerja ARBV juga telah menjadi salah satu faktor yang mendorong perolehan laba bersih perseroan sebesar Rp 165 miliar di triwulan I 2008 ini atau tumbuh 794% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 18 miliar.
"Pada triwulan I 2008, harga CPO di tingkat pelabuhan (FOB) yang diterima perseroan sebesar US$ 750 per ton, cukup jauh dari harga CIF di Rotterdam yang mencapai US$ 900 per ton," ulas Ambono.
Dengan kepemilikannya yang sekarang di ARBV, perseroan lebih banyak menerima pemasukan dari harga FOB bukan CIF.
Oleh karena itu, perseroan melihat perlu menjadikan kepemilikannya di ARBV menjadi mayoritas agar dapat menerima kontribusi harga CPO di tingkat CIF yang lebih besar lagi. (dro/qom)










































