Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan, Jumat (2/5/2008), peningkatan terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan perseroan yang mencapai 51,7% menjadi Rp 8,846 triliun. Periode yang sama tahun sebelumnya, INDF membukukan penjualan sebesar Rp 5,831 triliun.
Pos laba kotor sebesar Rp 2,36 triliun, tumbuh 88,7% dari sebelumnya Rp 1,25 triliun. Peningkatan tersebut didorong oleh berkurangnya persentase kontribusi Beban Pokok Penjualan terhadap Penjualan Bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Porsi jumlah beban usaha terhadap Laba Kotor juga mengalami penurunan. Triwulan I 2007, porsi jumlah beban usaha INDF terhadap Laba Kotor sebesar 62%. Namun pada triwulan I 2008 ini berhasil dikurangi menjadi 46,7%. Artinya terjadi efisiensi beban usaha perseroan.
Dampaknya perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 1,25 triliun, tumbuh 164,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 474,1 miliar.
Kemudian setelah dikurangi beban lain-lain dan pajak, perolehan laba bersih INDF di triwulan I 2008 ini mencetak pertumbuhan 115,9% ke posisi Rp 382,93 miliar. (dro/qom)











































