Pendapatan bersih perusahaan juga melonjak 97,3% dari Rp 223,0 miliar pada kuratal I 2007 menjadi Rp 441,8 miliar pada kuartal ini. Hal ini seiring dengan naiknya pendapatan kotor sebesar 96,7% dari Rp 300,8 miliar pada kuartal pertama 2007 menjadi Rp 591,6 miliar pada kuartal I 2008.
"Dengan berlanjutnya laju pertumbuhan tersebut, manajemen Bakrie Telecom optimis target operasional dan keuangan perseroan untuk tahun 2008 ini dapat terpenuhi," kata Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk Jastiro Abi dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Minggu (4/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau dibandingkan dengan catatan jumlah pelanggan Bakrie Telecom di akhir tahun 2007 sebesar 3,8 juta maka selama 3 bulan pertama 2008, jumlah pelanggan operator CDMA ini tumbuh 17,5%.
Selain itu, perluasan wilayah layanan juga memberikan dampak positif. Dimana pada akhir tahun 2007 lalu terdapat 34 kota nasional yang telah dijangkau oleh fasilitas layanan telekomunikasi Bakrie Telecom. Selama kuartal pertama 2008 ini terdapat penambahan 6 kota lagi yaitu Banjarmasin, Banjar Baru, Martapura (Kalimantan Selatan), Lamongan dan Bangkalan (Jawa Timur) serta Wonosari (Jogjakarta).
"Ekspansi Bakrie Telecom dalam memasarkan produknya, Esia & Wifone tidak hanya ditujukan untuk membuka layanan di daerah-daerah baru seperti Kalimantan dan Madura, namun juga mempertimbangkan potensi traffic percakapan telepon," jelas dia.Capex US$ 600Abi menambahkan, perseroan juga menyiapkan belanja modal sebesar US$ 600 juta hingga 2010. Sebagian diantaranya, yaitu senilai Rp 3 Triliun telah didapatkan perseroan melalui rights issue (penawaran umum terbatas) pada bulan Maret lalu. Sedangkan sisanya akan didapatkan melalui pendanaan internal perusahaan dan skema vendor financing.
Dana sebesar ini rencananya akan digunakan antara lain untuk perluasan wilayah layanan. Dalam waktu dekat Bakrie Telecom berencana memperluas wilayah layanan Esia dan Wifone ke 5 kota lagi.Β (lih/lih)











































