Secara umum, menurut data perkembangan triwulan I-2008 yang dikutip Senin (5/5/2008), kinerja transaksi modal dan finansial pada triwulan I-2008 diperkirakan defisit hingga US$ 1,1 miliar, atau berbeda dengan perkiraan awal yang surplus.
Hal itu salah satunya disebabkan oleh gejolak di pasar finansial dunia ditengah potensi perlambatan ekonomi AS yang berdampak ke perubahan persepsi risiko investor terhadap aset emerging markets.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pasar keuangan domestik, melebarnya selisih suku bunga domestik dengan luar negeri mendorong arus modal masuk lebih dominan pada instrumen SBI. Aliran masuk bersih pada SBI selama triwulan I-2008 sebesar US$ 300 juta.
Sementara arus modal ke instrumen Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah cenderung stagnan, dengan net inflow hanya Sebesar US$ 279 juta selama triwulan I-2008.
Untuk aliran modal keluar dari Indonesia dalam bentuk investasi langsung ke luar negeri cukup besar hingga US$ 3,7 miliar hingga triwulan I-2008. Jumlah net outflow itu hampir 10 kali lipat dari net inflow, dan lebih besar dari perkiraan defisit awal.
(qom/ir)











































