Bank Minta Masyarakat Pakai Transaksi Non-Tunai

Bank Minta Masyarakat Pakai Transaksi Non-Tunai

- detikFinance
Selasa, 06 Mei 2008 17:34 WIB
Bank Minta Masyarakat Pakai Transaksi Non-Tunai
Jakarta - Perhimpunan Bank Nasional Indonesia (Perbanas) mengajak masyarakat untuk meningkatkan volume transaksi non-tunai atau nirtunai dengan tujuan menciptakan sistem transaksi yang transparan dan bebas dari kebocoran-kebocoran.

"Dengan sistem transaksi nirtunai, bisa meminimalisir potensi-potensi kebocoran transaksi baik dari yang kecil sampai yang besar, karena dengan sistem nirtunai, semua asal dan tujuan transaksi dapat terlacak," ujar Ketua Kompartemen Riset dan Pengembangan Perbanas, Jos Luhukay, dalam jumpa pers di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (6/5/2008).

Menurut Luhukay, sistem transaksi tunai memiliki masalah-masalah seperti maraknya peredaran uang palsu, adanya potensi kejahatan perampokan dan lain sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari segi pengelolaan uang, juga lebih efisien dengan sistem nirtunai. Jika masih menggunakan uang tunai, biaya pengelolaan uang itu kira-kira bisa sebesar Rp 14 per lembarnya, sedangkan dengan sistem nirtunai tidak perlu biaya tersebut, jadi lebih efisien," ujar Luhukay.

Namun, Ketua Perbanas Sigit Pramono menyatakan bahwa sosialisasi sistem transaksi nirtunai memang tidak mudah, karena membutuhkan kesadaran dari para pengguna uang yaitu masyarakat itu sendiri.

"Kita lebih realistis memandang hal ini. Jadi kita akan memulai dengan tahap pengenalan dulu. Kalau untuk sampai ke mayoritas masyarakat mungkin masih lebih dari 5 tahun ke depan," ujar Sigit.

Oleh karena itu, Perbanas berencana mengadakan acara bertema "Cashless Society System" dalam APCONEX di JCC mulai tanggal 7 hingga 9 Mei 2008 mendatang.

"Tujuan acara ini untuk mulai mensosialisasikan sistem transaksi nirtunai," ujar Luhukay.

Sayangnya ia belum bisa memperkirakan biaya investasi yang diperlukan untuk mengembangkan sistem transaksi ini, termasuk dana untuk mempersiapkan infrastruktur sistem tersebut.

"Investasinya belum bisa kita perkirakan, tapi kalau dari sisi perbankan saya kira mereka siap kok. Kuncinya justru di para merchant. Di tangan mereka inilah pengenalan sistem transaksi nirtunai bisa tersosialisasikan di masyarakat," ulas Luhukay.
(dro/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads