"Setelah menilai kembali acuan suku bunga SUN yang tinggi, perseroan memutuskan mengurangi rencana penerbitan obligasi jadi Rp 300 miliar," ungkap Direktur Utama SMRA, Johanes Madjuki, usai paparan publik di hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (7/5/2008).
Sebelumnya SMRA berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar dengan komposisi obligasi konvensional Rp 200 miliar dan obligasi ijarah Rp 300 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadinya Ijarah Rp 200 miliar dan obligasi konvensional Rp 100 miliar," ujar Johanes.
Ia mengungkapkan, tingkat acuan suku bunga SUN yang saat ini berkisar antara 12,5-12,6% dirasa kurang efisien untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar.
"Waktu awal kita berencana menerbitkan obligasi, tingkat acuan SUN masih kurang dari 11%. Pada saat itu BI Rate masih sebesar 8%," ulas Johanes.
Dua obligasi tersebut memperoleh peringkat id.A minus Stable Outlook dari lembaga pemeringkat Pefindo. Jangka waktu obligasi selama 5 tahun.
Untuk obligasi konvensional menggunakan acuan FR019+125 hingga 210 basis poin. Obligasi Ijarah juga menggunakan acuan suku bunga yang setara dengan FR019+125 hingga 210 basis poin.
"Kupon bunga dan cicilan imbalan Ijarah akan dibayarkan setiap 3 bulan," ujar Johanes.
Obligasi Summarecon II dan Sukuk Ijarah I Summarecon tersebut dijaminkan dengan menggunakan aset-aset perseroan berupa tanah.
"Untuk obligasi Summarecon II dijaminkan dengan lahan di Kelapa Gading seluas 11.124 m2 dan lahan di Bekasi seluas 76.450 m2. Total senilai Rp 103,83 miliar," ungkap Johanes.
Sementara untuk Sukuk Ijarah I Summarecon dijaminkan atas tanah milik anak usaha perseroan bernama PT Lestari Mahadibya seluas 63.596 m2 senilai Rp 203,77 miliar.
Rencananya book building akan dilakukan mulai 7-21 Mei 2008. Pernyataan efektif diharapkan keluar pada 6 Juni 2008. Masa Penawaran akan dilakukan pada 10-12 Juni 2008.
"Dan listing (pencatatan) di BEI pada 18 Juni 2008," ujar Johanes. (dro/ir)











































