Pada perdagangan saham Kamis (8/5/2008), IHSG diprediksi bisa bertahan di teritori positif jika pembelian saham energi terus berlanjut.
Namun ancaman pelemahan dari faktor eksternal akan terjadi karena bursa regional dan global yang cenderung merah tertekan tingginya harga minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham Rabu waktu AS (7/5/2008), indeks Dow Jones turun 200,48 poin (1,59%) ke level 12.814,35. Indeks Nasdaq turun 44,82 poin (1,8%) menjadi 2.438,49 dan S&P 500 turun 25,69 poin (1,81%) menjadi 1.392,57.
Investor di Wall Street begitu cemasnya karena harga minyak terus melayang tinggi. Kekhawatiran akan tingginya inflasi dan turunnya daya beli masyarakat kini menghantui. Harga BBM di AS yang mengikuti harga pasar telah mencapai US$ 3,4473 per galon (1 galon = 3,8 liter). Demikian juga harga kebutuhan pokok yang ikut naik.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (7/5/2008), IHSG naik 10,872 poin (0,46%) ke posisi 2.382,699.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks menguat tipis 10 poin setelah kemarin terkoreksi karenaikan BI Rate 25 bps. Investor terlihat masih ragu untuk mengoleksi karena masih menunggu kepastian kenaikan BBM yang bisa menyebabkan indeks terkoreksi cukup dalam. Indeks diperkirakan bergerak dilevel 2.370-2.400 dengan saham pilihan: PTBA, LSIPS. MEDC, SMGR, dan BNBR.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil menguat di tengah kekhawatiran akan tingginya inflasi dan kenaikan BI Rate. Namun pasar sepertinya telah memfaktorkan kedua sentimen ini, sehingga mampu bergerak ke area positif. Indeks kemarin ditutup menguat 10,8 poin ke level 2382,6.
Semalam Indeks Bursa Amerika terkoreksi cukup dalam, sekitar 1,6%. Hal ini disebabkan oleh harga minyak kembali mencetak rekor baru yang mendekati level US$124/barrel sehingga memicu kekhawatiran akan melemahnya daya beli konsumen di US yang harus menanggung biaya energi yang lebih besar.
Sementara itu, bursa Asia pada perdagangan hari ini juga turut dibuka melemah seiring sentimen negatif dari bursa Amerika dan dari tingginya harga minyak dunia.
Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan bergerak melemah seiring dengan pergerakan Bursa Asia. Indeks belum mengalami koreksi yang cukup berarti sejak rally kemarin sehingga masih berada dalam area Overbought. Beberapa saham yang berpeluang mengalami profit taking antara lain BBRI, BMRI, PGAS dan PTBA.
(ir/ir)











































