Adaro Energy telah melakukan permohonan pencatatan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2008, sebagai langkah awal Adaro Energy untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO).
Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (8/5/2008), Adaro Energy merencanakan akan melakukan pernyataan pendaftaran ke Bapepam-LK selambat-lambatnya dalam minggu ini. Sehingga diperkirakan pencatatan saham perdananya (stock listing) di BEI pada awal Juli 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Boy Garibaldi Thohir mengatakan, Adaro Energy dan anak perusahaannya saat ini merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara terintegrasi terbesar di Indonesia. Terdiri dari unit usaha strategis pertambangan dan perdagangan batubara, jasa penambangan serta infrastruktur dan logistik batubara.
Adaro Energy melalui anak perusahaannya, Adaro Indonesia, juga merupakan produsen tambang batubara tunggal terbuka terbesar di belahan dunia bagian selatan. Operasional pertambangan Adaro Energy merupakan pertambangan batubara terbuka (surface open-cut mining) dari wilayah pertambangannya yang berlokasi di Kalimantan Selatan, yang hak pengelolaannya berlangsung hingga tahun 2022.
Cadangan terbukti (proven reserve) di wilayah pertambangan Adaro Energy melalui anak perusahaannya diperkirakan sebesar 876 juta ton, dengan sumber daya (resources) diperkirakan sebesar 2.803 juta ton.
Sedangkan total luas seluruh wilayah pertambangan Adaro Energy saat ini adalah seluas kurang lebih 34.940 hektar. Saat ini kapasitas produksi Adaro mencapai 40 juta ton per tahun dan berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga mencapai 80 juta ton dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. (ir/ir)











































