"Perseroan telah menunjuk ING dan DBS sebagai arranger dan penjamin emisi guna mendukung rencana kami mencari fasilitas pinjaman," ujar Corporate Secretary ISAT, Strasfiatri Auliana, dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (8/5/2008).
Jumlah yang akan diterima perseroan sebesar US$ 200 juta dengan opsi green shoe yang memungkinkan fasilitas ditingkatkan sebesar US$ 100 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total anggaran capex sebesar US$ 1,2 miliar tersebut, kas internal kira-kira akan digunakan sebesar US$ 800 juta. Sisanya sekitar US$ 300-400 juta akan menggunakan pendanaan eksternal.
Beberapa waktu yang lalu, Presiden Direktur ISAT, Johny Swandi Sjam mengatakan opsi pendanaan eksternal bisa berupa obligasi mata uang dolar, sukuk dolar atau pinjaman bank.
"Namun kita masih melihat kondisi pasar," ujar Johny.
Beberapa waktu yang lalu ISAT juga telah menerbitkan obligasi dan sukuk dalam mata uang rupiah senilai Rp 1,65 triliun atau setara dengan US$ 180 juta. Sehingga pendanaan eksternal yang masih dibutuhkan ISAT sekitar US$ 220 juta.
Anggaran capex sebesar US$ 1,2 miliar tersebut, rencananya akan digunakan untuk pengembangan wireless termasuk pembangunan BTS (sekitar 85%) dan sisanya untuk pemeliharaan.
"Tahun ini kita akan membangun 3 ribu BTS. Saat ini jumlah BTS kita sekitar 10 ribu BTS. Tahun ini kita menargetkan dapat menambah jumlah pelanggan sebanyak 6 juta pelanggan," tutur Johny.
Pada tahun 2007, total jumlah pelanggan ISAT sebanyak 24,5 juta pelanggan, dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 28%.
(dro/ddn)










































