Bursa saham seperti bermalas-malasan karena tidak ada sentimen yang bisa mengangkat IHSG. Pilihan konsolidasi menjadi andalan pelaku pasar di tengah masih berlanjutnya gejolak pasar.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (9/5/2008), IHSG turun tipis 1,906 poin (0,08%) ke posisi 2.375,027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar tidak banyak melakukan pembelian karena melihat kondisi bursa Asia yang turun, sedangkan bursa saham AS hanya naik tipis pada perdagangan Kamis waktu AS.
Sementara bursa Asia kebanyakan melemah seperti Hang Seng turun 1,52%, Seoul turun 1,31%, KOSPI turun 1,43%, Shanghai turun 1,19%, STI Singapura turun 0,36% dan Taiwan turun 0,84%.
Perdagangan hari di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi sebanyak 66.267 kali, dengan volume 2,849 miliar unit saham, senilai Rp 3,766 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 77 saham turun dan 71 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 20.150, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 6.050, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 150 menjadi Rp 6.450, Darma Henwa (DEWA) turun Rp 50 menjadi Rp 420 dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 25 menjadi Rp 4.525.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Mitra Rajasa (MIRA) naik Rp 60 menjadi Rp 1.580, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.600, Bumi Resources (BUMI naik Rp 50 menjadi Rp 7.350 dan Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 3.700.
(ir/qom)











































