"Kisaran harga yang kami tawarkan sebesar Rp 388-800 per lembar. Memang kisaran cukup besar, karena keadaan pasar sedang volatile, jadi kami menyiapkan kisaran harga yang cukup besar," ujar Presiden Direktur BSD, Harry Budi Hartanto, dalam jumpa pers di hotel Four Season, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 1.093.562.000 lembar, atau setara dengan 10% dari total saham dalam Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh yang sebanyak 10.935.622.870 lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perolehan dana akan digunakan untuk pengembangan proyek properti, prasarana, pembelian tanah, pembayaran sebagian hutang obligasi dan modal kerja perseroan. Masing-masing sebesar 20%, 30%, 20%, 25% dan 5%.
Saat ini BSD sedang dalam tahap pengerjaan BSD tahap II seluas 2.000 hektar. Sampai akhir 2007 lalu, BSD sudah menyelesaikan pengerjaan tahap I seluas 1.800 hektar. Ke depannya, BSD berencana mengerjakan pembangunan tahap III seluas 2.150 hektar.
"Sekitar 70% dana IPO untuk proyek-proyek tersebut," ujar Harry.
Sementara sekitar 25% akan digunakan untuk membayar sebagian Obligasi Bumi Serpong Damai I yang akan jatuh tempo pada Oktober 2008 mendatang. Pada tahun 2003, perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp 250 miliar dengan jangka waktu 5 tahun.
"Sedangkan sisanya sekitar 5% untuk modal kerja perseroan," ujar Harry.
Untuk keperluan IPO, perseroan telah menunjuk PT CLSA Indonesia, PT Nusadana Capital Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin emisi.
Pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) diharapkan dikeluarkan pada 26 Mei 2008. Masa Penawaran pada 28-30 Mei 2008. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan pada 5 Juni 2008.
(dro/qom)











































