Sinyal Pelemahan di Pasar Saham Masih Berdenyut

Sinyal Pelemahan di Pasar Saham Masih Berdenyut

- detikFinance
Senin, 12 Mei 2008 07:13 WIB
Sinyal Pelemahan di Pasar Saham Masih Berdenyut
Jakarta - Belum adanya sentimen segar yang mendongkrak pasar saham akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) susah beranjak ke teritori positif.

Pelaku pasar mulai mengantasipisi rencana kenaikan BBM yang mungkin diumumkan lebih cepat oleh pemerintah. Meski kenaikan BBM sudah menjadi keharusan, pelaku pasar akan melihat dampak sosial di masyarakat seperti banyaknya demo yang bisa memicu kerusuhan.

Alhasil, pada perdagangan saham Senin (12/5/2008), IHSG diprediksi masih mengalami tekanan baik dari sentimen internal maupun eksternal seperti pergerakan bursa regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham di Wall Street juga melemah pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (9/5/2008) karena pelaku pasar masih fokus tingginya harga minyak dunia yang akan memukul daya beli konsumen.

Indeks Dow Jones turun 120,80 poin (0,94%) ke posisi 12.745.88, Nasdaq turun 5,72 poin (0,23%) ke level 2.445,52 dan S&P 500 turun 9,40 poin (0,67%) ke level 1.388,28.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat kemarn (9/5/2008), IHSG turun tipis 1,906 poin (0,08%) ke posisi 2.375,027.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Indeks kembali melemah tipis 1 poin keposisi 2.375 dipicu bursa regional yang tertekan karena harga minyak. Indeks diperkirakan terus melemah karena belum ada sentimen yang kuat untuk menaikan indeks. Indeks diperkirakan bergerak dilevel 2.360-2.380 dengan saham pilihan: TBLA, PTBA, TINS, SMCB dan LSIP.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada penutupan pekan kemarin kembali bergerak sideways dan ditutup tekoreksi tipis di level 2375,02, akibat minimnya sentimen pada akhir pekan kemarin yang membuat frekuensi perdagangan kembali sepi. Pelaku pasar lebih mengambil sikap wait and see dalam kondisi ini.

Pekan ini, pergerakan indeks diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen kenaikan harga BBM dan tingginya inflasi. Harga minyak yang saat ini kembali mencetak rekor baru di level US$ 125,9/barrel memaksa pemerintah untuk secepatnya menetapkan besaran kenaikan harga BBM untuk memberi kepastian pada pasar.

Sementara, bursa Amerika pada akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi 0,9%. Pelaku pasar masih menunggu data penjualan retail yang akan diumumkan pekan ini dan laporan keuangan 1Q08 dari beberapa emiten sektor retail seperti Wal Mart, Macy's Inc, JSPenney dan Kohl's Corp.

Bursa Asia sendiri pada awal pekan ini dibuka melemah sekitar 1%-1,5% terkait kekhawatiran akan tingginya harga minyak yang akan berpengaruh pada pelambatan ekonomi global. Bursa Indonesia pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbatas.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan wait and see atas sentimen baru dan kepastian besaran kenaikan harga BBM. Beberapa saham yang masih layak dikoleksi antara lain ASII, AALI, BBRI dan INDF. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2343 - 2387.
Β  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads