Keputusan itu diambil oleh otoritas bursa China karena sulitnya menghubungi kantor pusat perusahaan-perusahaan tersebut yang berbasis di Barat Daya China.
Suspensi perdagangan diberlakukan oleh Shanghai Stock Exchange untuk 45 perusahaan tercatat yang berbasis di provinsi Sichuan dan kotamadya Chongqing. Sementara Shenzhen Stock Exchange menghentikan sementara perdagangan saham 21 emitan yang juga jadi korban gempa 7,8 skala richter itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total korban gempa yang merupakan terdahsyat dalam 3 dekade di China itu telah mencapai 10.000 orang tewas dan diperkirakan terus bertambah.
Pada perdagangan kemarin, bursa China ditutup menguat 0.37%. Dan pada hari ini, bursa saham China dibuka langsung merosot hingga 3,07%, karena investor terus menunggu perkembangan berita setelah gempa dahsyat tersebut. Pelemahan saham di China juga dipicu oleh kenaikan rasio pencadangan bank.
"Pelemahan awal ini terjadi setelah gempa yang sangat kuat, ditambah kenaikan rasio simpanan 50 basis poin yang diumumkan Bank Sentral," ujar Zhang Qi, analis dari Haitong Securities.
Namun para investor meyakini pelemahan itu tidak akan berlangsung lama, dan indeks saham akan segera pulih.
"Gempa itu hanyalah bencana regional. Sichuan cukup padat, namun bukan merupakan wilayah finansial penting," imbuh Zhang.
(qom/ir)











































