Saham Tambang Masih Mempesona

Saham Tambang Masih Mempesona

- detikFinance
Rabu, 14 Mei 2008 08:06 WIB
Saham Tambang Masih Mempesona
Jakarta - Saham-saham tambang masih terus mempesona karena harga minyak dunia yang belum juga turun. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengandalkan saham-saham ini.

Pada perdagangan saham Rabu (14/3/2008), IHSG diprediksi masih bisa positif meski akan dibayangi aksi ambil untung setelah kenaikan yang cukup tajam pada Selasa kemarin.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (13/5/2008), IHSG naik tajam 40,897 poin (1,72%) ke posisi 2.418,900.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyaknya aksi korporasi yang dilakukan emiten tambang seperti buy back saham Bumi Resources, Medco dan Apexindo serta ekspansi Timah akan menjadi fokus perhatian investor.

Sementara bursa saham di Wall Street pada Selasa waktu AS (13/5/2008) ditutup bervariasi dengan pergerakan yang terbatas. Indeks Dow Jones turun 45,13 poin (0,34%) menjadi 12.832,18, indeks teknologi Nasdaq naik 6,63 poin (0,27%) menjadi 2.495,12. Sedangkan indeks Standard & Poor's 500 nyaris datar dengan turun tipis 0,54 poin (0,04%) menjadi 1.403,04.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks berbalik menguat tajam 40 poin keposisi 2.418 dipicu sentimen sektor pertambangan energi seiring rencana aksi korporasi seperti program buy back dan stock split. Indeks kemungkinan rawan profit taking jika kondisi bursa luar melemah dan pergerakan indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.390-2.440 dengan saham pilihan: BUMI, BNBR, MEDC, ENRG, dan TINS.

eTrading Securities


Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil menguat signifikan 40,8 poin dan ditutup di level 2418,9. Penguatan indeks kemarin ditopang oleh menguatnya bursa Amerika dan regional serta rencana BUMI untuk melakukan buy back. Masuknya investor asing pada perdagangan kemarin juga mempengaruhi pergerakan indeks.

Bursa Amerika pada penutupan semalam terkoreksi tipis 0,3% akibat kembali lemahnya angka penjualan retail dan melonjaknya harga minyak mencetak rekor baru di level US$126,9/barrel. Sementara bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka mixed dengan kecenderungan melemah terbatas.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Aksi profit taking akan menghantui pasar setelah kenaikan yang signifikan pada perdagangan kemarin. Beberapa saham yang kemarin menguat signifikan akan terkoreksi hari ini, antara lain BUMI, PGAS, AALI, dan TINS. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2384-2429.

   (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads