Meski ada ancaman profit taking, namun pada perdagangan saham Kamis (15/5/2008) IHSG masih akan positif. Saham-saham blue chip akan tetap mendominasi pergerakan saham.
Namun pelaku pasar juga tetap antisipasi rencana kenaikan BBM yang terus dimatangkan oleh pemerintah. Tapi jika penolakan kenaikan BBM bisa diatasi dan pembagian kompensasi bantuan langsung tunai ke rakyat berjalan mulus, pasar akan merespons positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan saham Rabu waktu AS (14/5/2008). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 66,20 poin (0,52%) menjadi 12.898,38. Indeks teknologi Nasdaq naik 1,58 poin (0,06%) ke level 2.496,70 dan indeks Standard & Poor's 500 naik 5,62 poin (0,40%) menjadi 1.408,66.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (14/5/2008), IHSG naik 30,438 poin (1,26%) ke posisi 2.449,338.
Berikut rekomendasi saham dar perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Di tengah kondisi bursa yang mixed, indeks masih menguat 30 poin ke level 2.449 didukung oleh saham energi dan pertambangan. Peluang penguatan lanjutan masih terbuka namun adanya rencana pengumuman masalah kenaikan BBM dari Depkominfo pada hari ini bisa membuat pasar koreksi. Indeks diperkirakan bergerak diposisi 2.430 - 2.470 dengan saham pilihan: INCO, MEDC, SMCB, BNBR, dan ASII.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil meneruskan rallynya dengan menguat 30,4 poin (1,2%) dan ditutup di level 2449,3. Penguatan bursa ditopang oleh penguatan saham MEDC dan BNGA serta saham-saham dari sektor semen.
Sementara semalam,bursa Amerika ditutup menguat 0,5% terkait data inflasi Amerika yang membaik pada level 0,2%, dan terkoreksinya harga minyak dunia. Bursa Asia pada perdagangan hari ini juga dibuka menguat rata-rata 1-2%. Baiknya sentimen dari bursa Amerika dan regional hari ini, akan mempengaruhi pembukaan indeks.
Indeks diperkirakan akan kembali bergerak menguat hari ini. Pelaku pasar juga masih menunggu dirilisnya data pertumbuhan GDP 1Q pada hari ini yang diperkirakan tumbuh 6,17%. Beberapa sentimen positif dari luar maupun dalam negeri diperkirakan akan kembali mengangkat indeks ke area positif dengan target resistance indeks di level 2477. Beberapa saham yang diperkirakan akan menguat antara lain PTBA, INCO, ISAT dan INTP.
(ir/ir)











































