WIKA Jajaki Obligasi Rp 500 Miliar

WIKA Jajaki Obligasi Rp 500 Miliar

- detikFinance
Kamis, 15 Mei 2008 15:14 WIB
Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjajaki penerbitan obligasi senilai Rp 500 miliar untuk menutupi kekurangan pendanaan terkait rencana perseroan melakukan akuisisi 3 perusahaan di tahun 2008 ini.

"Nilainya memang belum pasti, tapi kami hitung untuk akuisisi masih butuh sekitar Rp 400-500 miliar. Jadi kemungkinan obligasi juga akan senilai itu," ungkap mantan Direktur Utama WIKA, A Sutjipto usai RUPST di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (15/5/2008).

Pada tahun 2008 ini perseroan berencana mengakuisisi 51% saham PT Marga Nusasumo Agung (MNA) senilai Rp 300 miliar, akuisisi 70% saham PT Citra Insan Pertiwi (CIP) senilai Rp 40 miliar dan akuisisi kontraktor pertambangan yang ditaksir senilai Rp 400-500 miliar. Totalnya sekitar Rp
840 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MNA adalah pengelola jalan tol Surabaya-Mojokerto. CIP adalah kontraktor mechanical electrical dan engineering yang beroperasi di Jakarta. Untuk nama kontraktor pertambangan kami belum dapat mempublikasikan namanya karena masih dalam tahap due diligence," ujarnya.

Namun ia mengungkapkan bahwa kontraktor pertambangan tersebut beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi.

"Proses akuisisi MNA dan CIP kami harapkan selesai pada Juni mendatang. Nilai keduanya sekitar Rp 340 miliar. Pendanaan akuisisi menggunakan sisa dana IPO yang untuk investasi, masih ada sekitar Rp 340 miliar," papar Sutjipto.

Sementara untuk akuisisi kontraktor pertambangan, hingga saat ini proses due diligence masih berlangsung, sehingga perseroan belum memperoleh angka pasti nilai akuisisi tersebut.

"Tapi kalau kontraktor pertambangan nilainya cukup besar, bisa mencapai Rp 400 miliar lebih," ujar Sutjipto.

Sebelumnya ia menyatakan bahwa untuk pendanaan 3 rencana akuisisi tersebut akan menggunakan sisa dana IPO dan kekurangannya akan diperoleh melalui penerbitan obligasi.

Jika untuk mengakuisisi MNA dan CIP membutuhkan Rp 340 miliar, atau jumlah yang sama dengan dana sisa IPO, maka nilai obligasi yang akan diterbitkan perseroan akan setara dengan nilai akuisisi kontraktor pertambangan yang nilainya ditaksir antara Rp 400-500 miliar.

"Ya kira-kira segitulah jumlahnya," ujar Sutjipto.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses due diligence dengan kontraktor pertambangan tersebut diperkirakan akan selesai pada Juni-Juli 2008, sehingga kepastian nilai akuisisi akan diperoleh pada semester dua mendatang.

"Jika memang hasil due diligence positif, tentu penerbitan obligasi akan dilakukan pada semester II mendatang," ulasnya. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads