Jumlah dividen ini mencapai Rp 76,725 miliar atau setara 40% dari perolehan laba bersih tahun 2007 sebesar Rp 189,816 miliar.
Pemegang saham yang akan mendapat dividen itu yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham perseroan sampai dengan tanggal 12 Juni 2008. Demikian siaran pers hasil RUPS TURI di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (15/5/2006).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, RUPS menetapkan untuk memberikan wewenang kepada direksi perseroan untuk melakukan perubahan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas No.40 tahun 2007 dan peraturan terkait lainnya.
Target 2008
PT Tunas Ridean Tbk optimistis dengan kinerja perseroan sepanjang tahun ini meski ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal Juni ini.
Menurut Managing Director Tunas Ridean Rico Setiawan, hingga April lalu, kondisi pasar otomotif nasional masih belum terpengaruh akibat rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal Juni itu.
Pada April itu, pasar otomotif masih tumbuh mencapai 40%. Karena itu, proyeksi perusahaan yang menargetkan penjualan mobil naik 33% pada tahun ini belum dikoreksi. Perseroan juga belum memperhitungkan faktor rencana kenaikan suku bunga perbankan akibat laju inflasi pada kuartal pertama tahun ini.
Pada tahun ini, Tunas Ridean (Tunas Group) menargetkan penjualan mobil baru sebanyak 24.270 unit atau tumbuh 33% dibandingkan tahun lalu. Begitu juga dengan penjualan sepeda motor baru, ditargetkan naik 22% atau mencapai 118.800 unit. Untuk Tunas Finance diproyeksikan membelanjakan pinjaman baru sebesar Rp 2,4 triliun atau meningkat 33% dari tahun lalu. Sedangkan Tunas Rental ditargetkan dapat mengoperasikan 4.100 unit kendaraan sewa atau bertambah 37%.
"Jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM pada Juni ini, pasar otomotif tentu akan terkoreksi. Seperti yang terjadi pada Oktober 2005 saat pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata hingga 60%," kata Rico dalam siaran pers usai public expose di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
Rico memprediksi, jika pasar otomotif nasional terkoreksi akibat kenaikan BBM yang rencananya mencapai 30%, maka penjualan divisi otomotif Tunas Ridean akan mengalami penurunan berkisar 10-20%. "Tapi kami masih optimistis. Karena pasar tidak akan turun sedrastis dahulu yakni hingga 50%, saat harga BBM naik Oktober 2005," ujarnya.
Hingga triwulan pertama tahun ini, PT Tunas Ridean Tbk (Tunas Group) mencatat laba bersih sebesar Rp 58 miliar pada atau naik 28% dibandingkan periode sama 2007, yang mencapai Rp 45 miliar. Bahkan di luar keuntungan derivatif dan selisih kurs, laba bersih Tunas Group meningkat 50% menjadi Rp 56 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu.
Untuk Divisi Otomotif, laba bersih triwulan satu 2008 mencapai Rp 25 miliar atau naik 36% dibandingkan triwulan satu tahun lalu. Kenaikan ini tak terlepas dari membaiknya penjualan mobil baru secara nasional yang bertambah 60% atau menjadi 135.600 unit. Hal serupa juga terjadi di pasar sepeda motor yang meningkat 36% menjadi 1,4 juta unit.
Penjualan mobil Tunas Group naik 33% menjadi 5.500 unit atau market share-nya 4,1% dari total pasar mobil nasional yang mencapai 135.600 unit. Peningkatan itu terjadi pada mobil Toyota dan Daihatsu masing-masing 37% menjadi 3.900 unit dan 38% menjadi 1.500 unit. Adapun penjualan sepeda motor Honda meningkat 49% menjadi 25.400 unit yang didorong oleh peluncuran produk baru dan gencarnya promosi. Untuk penjualan sepeda motor itu, maka market share Tunas Group mencapai 1,8%.
Untuk Divisi Finance, laba bersih triwulan pertama 2008 Rp 25 miliar, termasuk keuntungan derivatif dan selisih kurs sebesar Rp 2 miliar atau meningkat 17% dibanding periode yang sama 2007. Di luar keuntungan derivatif dan selisih kurs, laba bersih Tunas Finance mencapai Rp 23 miliar, lebih tinggi 72% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya pembiayaan, marjin dan penurunan kerugian piutang tak tertagih. Tunas Finance juga mencatat pembiayaan konsumen naik sebesar 12% menjadi Rp 486 miliar.
Dan Divisi Rental, laba bersihnya juga naik 44% menjadi Rp 7 miliar yang disebabkan oleh membaiknya keuntungan penjualan kendaraan bekas penyewaan. Jumlah kendaraan yang disewakan meningkat 38% menjadi hampir 3.200 unit.
Presiden Direktur Tunas Ridean Anton Setiawan menambahkan, tahun ini Tunas Group memproyeksikan biaya modal (capital expenditure) Rp 208,9 miliar. Pengeluaran ini dialokasikan untuk Tunas Rental Rp 156,8 miliar dan Rp 52,1 miliar untuk keperluan lainnya. Tahun ini, perseroan akan membuka 10 outlet baru, yaitu Tunas Daihatsu Bengkulu, Tunas Toyota Jatiwaringin, Tunas Honda Tulang Bawang, Tunas Finance Manado, Tunas Finance Jambi, Tunas Finance Denpasar, Tunas Rental Jogjakarta, Tunas Motor Seken Bandar Jaya, Tunas Motor Seken Kalianda dan Pusat Reparasi Badan Kendaraan Cilegon.
Tahun lalu, Tunas Group mencatat pendapatan bersih Rp 4,4 triliun atau naik 14% dibandingkan tahun 2006 sebesar Rp 3,9 triliun. Sementara laba bersihnya juga meningkat hingga 755% menjadi Rp 189,9 miliar dibandingkan tahun 2006.
(ir/qom)











































