IHSG Susah Melaju Kencang

IHSG Susah Melaju Kencang

- detikFinance
Jumat, 16 Mei 2008 07:52 WIB
IHSG Susah Melaju Kencang
Jakarta - Transaksi saham di ujung pekan ini diprediksi masih akan bergerak terbatas. Saham tambang yang biasanya bergerak lincah kemungkinan akan mengalami konsolidasi.

Pada perdagangan saham Jumat (16/5/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi susah untuk melaju kencang karena investor akan wait and see menanti pengumuman kenaikan harga BBM.

Tapi jika bursa regional menguat tajam, IHSG kemungkinan bisa terkerek. Apalagi sentimen pertumbuhan ekonomi triwulan I sebesar 6,28% (YoY) dan 2,15% (QtQ) belum sepenuhnya direspons pelaku pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meskipun lebih banyak didominasi belanja pemerintah dan konsumen ketimbang investasi ini, membuat investor percaya masih akan bergeraknya ekonomi Indonesia.

Sementara saham di Wall Street pada perdagangan saham Kamis waktu AS (15/5/2008) terus positif karena turunnya harga minyak mentah dan membaiknya ekspektasi data ekonomi AS.

Indeks Dow Jones naik 94,28 poin (0,73%) menjadi 12.992,66, indeks The Standard & Poor's 500 naik 14,91 poin (1,06%) menjadi 1.423,57 dan Nasdaq naik 37,03 poin (1,48%) menjadi 2.533,73.

Sementara pada penutupan perdagangan saham, Kamis kemarin (15/5/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,473 poin (0,02%) menjadi 2.449,811.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Rilis data PDB triwulan I 2008 sebesar 6.28% (yoy) tidak banyak menolong indeks sehingga hanya menguat tipis 0,4 poin kelevel 2.449. Indeks diperkirakan bergerak terbatas menjelang libur panjang setelah menguat beberapa hari berturut-turut dikisaran 2.430-2.470 dengan saham pilihan: BUMI, ELTY, UNTR, MEDC dan KIJA.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin ditutup menguat tipis di level 2449,8 akibat didera aksi profit taking atas beberapa saham blue chip seperti TINS, ASII, PTBA dan TLKM. Beberapa sentimen positif seperti naiknya pertumbuhan GDP dan turunnya angka pengangguran, tampaknya belum sepenuhnya diserap bursa.
Penguatan bursa kemarin lebih ditopang oleh penguatan saham BUMI pada akhir sesi perdagangan. Sementara semalam, Bursa Amerika kembali menguat 0,73% terkait kembali terkoreksinya harga minyak dunia dan data perekonomian AS yang cenderung membaik. Sentimen ini juga diserap Bursa Asia yang mayoritas dibuka menguat pada hari ini.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan dibuka menguat seiring positifnya sentimen dari luar negeri. Namun Bursa masih berpotensi kuat untuk terkoreksi terkait aksi profit yang akan dilakukan pelaku pasar di akhir pekan ini. Indeks cenderung telah jenuh beli dalam keadaan sekarang. Beberapa saham yang diperkirakan akan kembali terkoreksi antara lain PTBA, PGAS, ASII, AALI dan TINS. Indeks diperkirakan akan bergerak pada rentang 2425 - 2470.
Β  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads