Sinarmas Siapkan Lahan 1 Juta Hektar di Papua

Sinarmas Siapkan Lahan 1 Juta Hektar di Papua

- detikFinance
Jumat, 16 Mei 2008 10:08 WIB
Jakarta - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) berencana ekspansi di wilayah Papua, dengan target 1 juta hektar lahan yang akan dipergunakan untuk perkebunan serta penyulingan (refinery) sawit. Ekspansi tersebut akan dilakukan secara bertahap selama 10 tahun.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini MoU bisa terlaksana," ujar Komisaris SMART, Rafael B. Concepcion Jr, Jumat (16/5/2008).

Total dana ekspansi tersebut diperkirakan memakan biaya US$ 5 miliar. Namun proses tersebut masih memerlukan tahapan panjang. Untuk tahap pertama saja diperkirakan baru selesai tiga tahun nanti. Sedangkan untuk pembiayaan internal,Β  perseroan akan mengumpulkan dana dari internal, namun tidak menutup kemungkinan mengajak pihak lain untuk bergabung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Implementasi ini kan bertahap dan kita bisa undang partner untuk joint," ulasnya.

Selain rencana ekspansi ke Papua tersebut, dalam waktu dekat ini, perseroan tengah merampungkan ekspansi sektor perkebunan, berupa penanaman lahan baru seluas 10 ribu hektar di wilayah Kalimantan.

Selain itu, mereka juga membangun satu pabrik penyulingan (refinery) dengan kapasitas 300.000 ton pertahun dan juga dua pabrik pengolahan kelapa sawit berkapasitas total 625. 000 ton pertahun, serta dua pabrik pengolahan inti sawit dengan kapasitas total 135.000 ton pertahun.

"Kami berharap itu semua bisa selesai pada akhir tahun 2008. Dana yang kami anggarkan untuk Capital Expenditure itu seluruhnya Rp 1,3 triliun," jelas Rafael.

Di luar kedua rencana tersebut, perseroan juga tengah membangun satu pabrik refinery di Jakarta.Β  Proyek mulai dibangun pada semester dua 2008 dan akan selesai pada 2009. Dana untuk proyek tersebut sekitar US$ 60 juta.

"Untuk pendanaan kami usahakan seleruhnya berasal dari internal. Namun tidak menutup kemungkinan kami mengambil pinjaman bank, sebab neraca balancing kami cukup sehat," jelas Rafael.

Pada RUPST dan RUPSLB yang digelar 15 Mei 2008, SMART memutuskan untuk membagi dividen sebesar Rp 14,3 miliar, atau setara dengan Rp 5 persaham. Nilai dividen tersebut diambil dari 1,45 % laba bersih 2007, yang mencapai Rp 989 miliar. Nilai dividen yang dibagikan memang tergolong kecil, karena perseroan membutuhkan dana untuk ekspansi.

Pada triwulan I 2008 ini SMART mengalami pertumbuhan penjualan bersih yang signifikan. Penjualan bersih tumbuh 211 %, dari Rp 1, 142 triliun pada periode Januari hingga akhir Maret 2008, menjadi Rp 3,554 triliun periode sama tahun ini.

Laba kotor meningkat 196 %, dari Rp 306 miliar menjadi Rp 904 miliar triwulan I 2008 ini. Begitupula dengan EBITDA yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 666 miliar.

Sedangkan laba bersih mengalami kenaikan 125 % dibanding tahun lalu. Pada triwulan I 2007, laba bersih SMART hanya Rp 188 miliar. Periode sama 2008, menjadi Rp 423 miliar.

"Peningkatan disebabkan kenaikan harga jual serta kebutuhan seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia," jelas Wakil Direktur SMART, Budi Wijana.

Peningkatan tersebut, menurut Budi bakal berlangsung terus hingga akhir tahun. Dengan penambahan kapasitas produksi serta lahan yang dimiliki, SMART yakin bisa mengalami peningkatan pertumbuhan penjualan 10 % di atas tahun lalu.

Saat ini, perseroan mengoperasikan 12 pabrik pengolahan kelapa sawit dengan jumlah kapasitas 2,875 juta ton pertahun. SMART juga mengoperasikan dua pabrik pengolahan inti kelapa sawit yang memiliki kapasitas 219 ribu ton pertahun.

Sementara untuk penyulingan minyak, perseroan mengelola dua pabrik yang memiliki kapasitas sebesar 840 ribu ton pertahun. Hasil produksi tersebut, lebih banyak dilempar ke pasar luar negeri. Tahun ini, ekspor yang dilakukan SMART mencapai 66%, sedangkan sisanya 34% untuk pasar domestik. Pabrik dan lahan perkebunan SMART tersebar diwilayah Sumatera dan Kalimantan. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads