Nilai tersebut setara dengan 30% dari perolehan laba bersih perseroan di 2007 yang sebesar Rp 94,55 miliar. Jadi total dividen yang dibagikan sekitar Rp 24,9 miliar.
Pada triwulan I, pendapatan JAYA meningkat 67,65%. Dari Rp 272,4 miliar tahun lalu pada triwulan I-2007, menjadi Rp 455,6 miliar periode sama tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kinerja di tahun 2008, perseroan tetap yakin bisa mencapai pertumbuhan penjualan 20 % di tahun 2008 ini, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional telah dikoreksi.
Pertumbuhan ekonomi 2008, yang diperkirakan turun dari target semula 6,3 %, diperkirakan tidak berpengaruh banyak pada jasa konstruksi.
"Koreksi pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi perseroan. Biasanya akan ada price adjustment. Secara absolut tidak akan berkurang, tapi secara kuantitas akan berpengaruh," ujar Wakil Direktur Jaya Konstruksi Sutopo Kristanto, usai RUPST di gedung Jaya, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Saat ini Jaya Konstruksi mengantungi kontak kontruksi senilai Rp 900 miliar. Dari kontrak tersebut 90% merupakan proyek pemerintah, berupa pembangunan infrastuktur dan kontruksi jalan.
Dari kontrak tersebut, proyek konstruksi yang diselesaikan sebesar Rp 700 miliar. Nilai tersebut memberi kontribusi sekitar 40 % dari seluruh pendapatan perseroan.
Selain konstruksi, pendapatan usaha perseroan berasal dari aspal, gas, handling equipment, pile dan beton pracetak serta building material dan pendapatan jasa. Jaya Konstruksi menganggarkan dana Rp 100 miliar hingga Rp 110 miliar untuk belanja modal. Dana tersebut seluruhnya akan diambil dari kas internal.
"Sekitar 50% akan kami pergunakan untuk mesin dan peralatan konstruksi. Sisanya untuk pembangunan terminal aspal serta investasi tanah dan bangunan," terang Wakil Presiden Direktur Jaya Konstruksi Umar Ganda.
Untuk 2008 ini, Jaya tengah membangun terminal aspal baru di Jambi dan Kalimantan Barat, dengan total investasi Rp 13,2 miliar. Dengan begitu, memperluas jangkauan operasi usaha aspal menjadi 25 Provinsi di tanah air. Sebelumnya, Jaya telah memiliki wilayah jangkauan 23 provinsi.
"Dengan adanya tambahan terminal ini, tentunya akan berpengaruh pada market share yang bertambah," jelas Umar. (dro/ddn)











































