Penjualan bersih produk udang beku meningkat 19,8% dari Rp 1,998 triliun yang dihasilkan pada tahun 2006 menjadi Rp 2,395 triliun di tahun 2007.
Produk pakan udang naik 18,1% menjadi Rp 1,062 triliun dari sebelumnya Rp 899 miliar pada tahun 2006, pakan unggas naik 12,2% menjadi Rp 833 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 742 miliar, serta penjualan bersih benur yang juga meningkat sebesar 37,5% dari Rp 161 miliar pada tahun 2006 menjadi Rp 221 miliar di tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan penjualan bersih produk udang beku yang mencapai 19,8% terutama disebabkan oleh adanya peningkatan volume penjualan dari 20.446 ton di tahun 2006 menjadi 36.221 ton di tahun 2007 diakibatkan oleh akuisisi aset yang dilakukan pada tahun 2007, selain itu juga dipicu oleh peningkatan harga jual rata-rata," ujarnya.
Penjualan bersih produk pakan ikan yang sebesar 40,8% dipicu oleh peningkatan 31,5% pada volume penjualan dari 219.029 ton di tahun 2006 menjadi 288.040 ton pada tahun 2007. Hal tersebut merupakan dampak dari akuisisi aset baru Perseroan pada tahun 2007. Peningkatan ini juga mendorong harga jual rata-rata naik sebear 7,1%.
Pada pakan unggas, kenaikan penjualan bersih diakibatkan adanya peningkatan harga jual sebesar 16,2% dari tahun sebelumnya yang meskipun berdampak pada terjadinya penurunan volume penjualan dari 303.999 ton di tahun 2006 menjadi 293.307 ton di tahun 2007.
Sedangkan peningkatan penjualan yang terjadi di produk benur disebabkan karena kenaikan volume penjualan sebesar 35,2% yang terutama disebabkan oleh penambahan kapasitas produksi yang dihasilkan dari aset baru yang diakuisisi Perseroan pada tahun tersebut, serta harga jual yang naik tipis sebesar 1,7%. (ddn/ddn)











































