IHSG Kembali Kena Goyangan

IHSG Kembali Kena Goyangan

- detikFinance
Rabu, 21 Mei 2008 08:30 WIB
IHSG Kembali Kena Goyangan
Jakarta - Pelemahan Wall Street yang diikuti oleh bursa-bursa regional akan menjadi sentimen negatif yang menahan laju pasar saham. Level 2.500 pun bisa tergoyahkan lagi.

Pada penutupan perdagangan Senin (19/5/2008) lalu, IHSG melonjak hingga 42,120 poin ke level 2.510,960. Investor mengejar saham energi dan perkebunan sehingga mengantarkan IHSG ke posisi terbaiknya ditengah suasana libur.

Namun pelemahan di Wall Street yang terjadi pada perdagangan Selasa (20/5/2008) membuat pergerakan bursa-bursa regional lesu. Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones kembali terpuruk hingga 199,48 poin (1,53%) ke level 12.828,68, setelah sebelumnya berada di level 13.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemahan Wall Street terjadi karena sentimen negatif dari kekhawatiran tingginya inflasi dan keluarnya laporan keuangan Home Depot yang kembali menimbulkan kekhawatiran soal pasar perumahan AS.

Hal itu diperparah dengan lonjakan harga minyak mentah dunia yang melampaui US$ 129 per barel.

Bursa Saham Tokyo pada perdagangan Rabu (21/5/2008) juga dibuka langsung melemah. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 138,52 poin (0,99%) ke level 14.021,57.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Securities:

Walaupun ditengah hari libur tampaknya investor tetap mengakumulasi saham sehingga indeks menguat 42 poin menembus ke level 2.500 di 2.510. Relatif stabilnya bursa luar disamping rencana pembagian deviden beberapa emiten menjadi katalisator penguatan indeks walaupun saat ini sudah memasuki area overbought. Indeks diperkirakan masih naik dengan kisaran 2.480-2.530 dengan saham pilihan: PTBA, UNSP, BNBR, DEWA dan ELTY.

eTrading Securities:

Bursa Indonesia pada penutupan Senin lalu berhasil menguat dan ditutup menembus psikologis level di 2500. Beberapa saham seperti BUMI, UNTR, AALI dan PTBA menjadi penopang kenaikan indeks. Dengan ditembusnya level 2500, investor terlihat mulai percaya diri untuk kembali masuk pasar dengan keyakinan bahwa market telah recover dan kembali ke bullish tren.

Sementara, semalam bursa Amerika ditutup melemah signifikan 1,53% yang kembali membawa indeks Dow Jones berada di bawah level psikologis 13.000. Pelemahan ini terkait kembali tertembusnya rekor harga minyak dunia di level US$129/barrel dan naiknya inflasi US yang mendorong kekhawatiran akan menurunkan kemampuan konsumsi masyarakat. Akibat hal ini, mayoritas bursa Asia dibuka melemah sekitar 1-2% pada perdagangan hari ini.

Bursa Indonesia pada hari ini diperkirakan akan terkoreksi seturut dengan sentimen negatif dari pelemahan bursa US dan Asia. Koreksi juga sangat mungkin terjadi mengingat bursa telah menguat selama 6 hari berturut-turut tanpa diselingi koreksi. Beberapa saham yang telah menguat signifikan dalam sepekan ini, diperkirakan akan terkoreksi antara lain BUMI, PTBA, ITMG, AALI dan ASII. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2460-2513.Β 
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads