Pada perdagangan Rabu (21/5/2008), rupiah dibuka melemah ke level 9.308 per dolar AS, dibandingkan penutupan Senin (19/5/2008) lalu di level 9.275 per dolar AS.
Tingginya harga minyak mentah dunia yang sudah menembus level US$ 129 per barel akan semakin menekan rupiah. Permintaan dolar AS untuk impor minyak diprediksi akan semakin meningkat, dan menekan mata uang rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pasar global, euro diperdagangkan pada level 1,5645 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,5509 dolar. Namun dolar AS sedikit membaik atas yen ke posisi 104,47 yen, dibandingkan sebelumnya di level 104,31 yen.
(qom/qom)











































