PGN Kaji Stock Split Saham 1:5

PGN Kaji Stock Split Saham 1:5

- detikFinance
Rabu, 21 Mei 2008 11:55 WIB
PGN Kaji Stock Split Saham 1:5
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tengah mengkaji untuk melakukan stock split atau pemecahan nilai saham. Dari hasil kajian awal oleh Bahana Securities, rasio stock split PGN sebesar 1:5.

Dirut PT PGN Sutikno menjelaskan, meski sudah ada hasil kajian awal, perseroan akan tetap memantau perkembangan harga sahamnya sampai menjelang RUPS yang akan digelar pada 13 Juni 2008.

"Kami akan lihat perkembangan harga saham sampai menjelang RUPS. Diharapkan kajiannya sudah selesai saat RUPS nanti, karena tetap harus mendapat persetujuan pemegang saham. Saat ini stock split tersebut masih dikaji konsultan kami, Bahana (Bahana Securities)," tuturnya usai menghadiri upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kementerian Negara BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutikno mengharapkan pemecahan nilai saham ini akan membuat saham perseroan bisa lebih likuid di pasar.

Volume Penjualan Gas

Sementara mengenai volume penjualan gas tahun ini, Sutikno optimis PGN bisa meningkatkan volume penjualannya sebesar 50% dari tahun lalu yang 442 mmscfd.

"Lagipula SSWJ (pipa gas South Sumatera-West Java) juga baru (beroperasi), dan itu akan mempengaruhi volume penjualan kita," ujarnya.

Dengan naiknya volume penjualan, diyakini akan mengerek laba bersih yang bisa diraup perusahaan.

Sedangkan mengenai dampak kenaikan harga minyak, PGN akan mengalihkan sejumlah alokasi pasokan gas ke luar negeri ke pasar domestik. Hal ini dilakukan karena banyak industri dalam negeri yang tidak sanggup lagi memakai bahan bakar minyak dan menggantinya ke bahan bakar gas.

"Alokasi untuk keluar negeri dikurangi, dalam negeri ditambah. Termasuk gasifikasi untuk industri pupuk. Tapi memang kenaikan BBM ini akan menaikkan beban operasional kita," ujarnya. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads