Kenaikan harga minyak dunia akan membuat saham-saham energi bertambah cantik. Sebaliknya, kenaikan harga minyak dunia dan BBM akan membuat emiten sektor otomotif, semen dan industri yang banyak bertopang pada biaya transportasi akan kerepotan.
Alhasil, sentimen harga minyak akan menguasai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (22/5/2008) ini, baik karena akibat dampak positif maupun negatifnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham waktu AS Rabu (21/5/2008), indeks Dow Jones Industrial Average turun 227,49 poin (1,77%) menjadi 12.601,19. Indeks Nasdaq turun 43,99 poin (1,77%) menjadi 2.448,27 dan Standard & Poor's 500 turun 22,69 poin (1,61%) menjadi 1.390,71.
Saham di Wall Street berguguran setelah minyak menembus level US$ 133 per barel ditambah pengumuman The Fed pada Rabu waktu AS (21/5/2008) soal pertumbuhan ekonomi dikisaran 0,3%-1,2%. Proyeksi ini lebih rendah dari yang dibuat Januari lalu sebesar 1,3%-2%. Bank Sentral memasukkan tingginya harga minyak sebagai faktor yang membebani dalam pertumbuhan ekonomi AS.
Sementara pada perdagangan Rabu kemarin (21/5/2008), IHSG ditutup melemah 16,251 poin (0,65%) ke level 2.494,709
Optima Securities
Indeks akhirnya menemukan momentum untuk koreksi sebesar 16 poin keposisi 2.494 setelah menguat selama tujuh hari dipicu Dow Jones yang melemah tajam. Indeks berpotensi melemah kembali karena sudah memasuki area overbought. Indeks hari ini berpeluang rebound dikisaran 2.450 - 2.500 dengan saham pilihan PGAS, DEWA, BUMI, ELTY dan TINS.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin akhirnya terkoreksi dan ditutup melemah 16,2 poin di level 2494,7. Pelemahan indeks lebih karena aksi profit taking para pelaku pasar dengan memanfaatkan sentimen negatif dari pelemahan bursa Amerika dan Asia ditengah tingginya harga minyak dunia.
Kemarin, harga minyak dunia kembali mencetak rekor baru dan ditutup di level US$133,17/barrel. Hal ini membuat bursa Amerika kembali terkoreksi tajam 1,7% akibat kekhawatiran akan naiknya inflasi akibat tingginya harga minyak dunia. Sementara Bursa Asia mayoritas dibuka melemah sekitar 1,5% akibat sentimen ini.
Dari dalam negeri, pemerintah melalui Menteri Keuangan telah memastikan angka kenaikan harga BBM sebesar 28,7%. Dengan angka kenaikan ini, inflasi diperkirakan akan menembus dua digit atau di atas 10%. Kenaikan inflasi pada industri transportasi dan industri dasar seperti semen dan kimia akan mendorong laju inflasi pada 2 bulan pertama setelah kenaikan.
Beberapa sentimen negatif ini akan kembali membuat bursa Indonesia mengalami tekanan koreksi. Beberapa saham yang memiliki fuel exposure tinggi seperti sektor semen, Automotive dan mineral Mining diperkirakan akan terkoreksi. Namun beberapa saham energi related seperti MEDC, ENRG dan sektor batubara akan diuntungkan dari tingginya harga minyak. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2450-2500.
(ir/ddn)











































