Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keungan (Bappepam-LK) Fuad Rahmany dalam acara sosialisasi pengawasan dan pensiun berbasis risiko, di gedung BKF Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Kamis ( 22/5/2008).
"Terutama bagi fixed income investor karena mereka selalu lebih melihat dari APBN yah karena defisit APBN dibiayai oleh SUN dan obligasi negara. Market akan khawatir kalau defisitnya terlalu gede, sehingga akan banyak mengeluarkan SUN, apabila suplainya banyak kan bisa menjatuhkan harga sehingga market bisa bearish," urai Fuad.
Menurut Fuad, para investor obligasi mengharapkan agar subsidi jangan terlalu besar yang tentunya akan terkait langsung dengan jumlah SUN yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Namun ia menambahkan, pengeluaran SUN dalam jumlah yang banyak tidak menjadi masalah apabila pasar dalam kondisi baik.
"Sebenarnya positif (kenaikan BBM) bagi pasar modal, tapi tentunya pemerintah ada faktor lainnya mempertimbangkan, makanya ada BLT. Memang ini pilihannya berat, ini kan yang asal usulnya dari harga minyak dunia juga yang dialami negara lain," ujarnya.
(hen/qom)











































