"Kami melihat perusahaan ini masih memiliki prospek yang menguntungkan karena kuatnya pasar gas di Indonesia serta perluasan distribusi bisnis yang dilakukan yang bisa mendorong pertumbuhan laba 44% CAGR di 2008-2010," kata analis saham Optima securities, Arief Budiman, Kamis (22/5/2008).
PGN saat ini diperdagangkan dengan PER 14 kali, yang masih lebih rendah 27% dibanding PER regional 19,2 kali sehingga potensi kenaikannya masih cukup lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief memperkirakan pertumbuhan laba yang bisa mencapai 44% di tahun 2008-2010 setelah rampungnya propek pipanisasi gas SSWJ (Sumsel-Jabar) karena akan menambah dua kali lipat kapasitasnya. Volume distribusi PGN diperkirakan naik 30% di tahun 2007-2010 menjadi 949 mmcfd.
Arief juga mengingatkan adanya risiko yang harus diperhatikan investor, pertama, intervensi pemerintah yang menentukan formula harga gas. Kedua, meningkatnya biaya eskplorasi gas. Ketiga, Kekurangan pasokan gas di sejumlah wilayah. Keempat, potensi dari risiko rencana konversi utang pemerintah ke dalam saham yang akan meningkatkan faktor risiko.
(ir/qom)











































