Minyak Gencet IHSG dan Rupiah

Sesi Siang

Minyak Gencet IHSG dan Rupiah

- detikFinance
Kamis, 22 Mei 2008 12:20 WIB
Minyak Gencet IHSG dan Rupiah
Jakarta - Tingginya harga minyak dunia ke US$ 135 per barel dan rencana kenaikan BBM 28,7% kembali memukul pasar finansial dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah tergencet sentimen itu.

Investor mengkhawatirkan kenaikan harga minyak akan meningkatkan inflasi global. Sedangkan kenaikan BBM akan menaikkan inflasi dalam negeri di atas 10% pada tahun ini.

Kenaikan inflasi akan berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat yang akan menurunkan kegiatan transaksi perekonomian. Selama ini konsumsi masyarakat dan pemerintah merupakan penyokong utama pertumbuhan ekonomi.          

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (22/5/2008), IHSG merosot 34,726 poin (1,39%) menjadi 2.459,983. Sedangkan rupiah anjlok 33 poin ke posisi 9.320 per dolar AS.

IHSG mengikuti penurunan bursa kawasan seperti Hang Seng turun 2,03%, Kosdaq turun 0,25%, Seoul turun 0,79%, Nikkei turun 0,13%, Shanghai turun 1,42%, STI Singapura turun 1,1% dan Taiwan turun 0,61%.      

Perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I mencatat transaksi sebanyak 40.841 kali, dengan volume 1,839 miliar unit saham, senilai Rp 2,707 triliun. Sebanyak 51 saham naik, 132 saham turun dan 47 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 250 menjadi Rp 8.000, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 8.500, Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 40 menjadi Rp 1.110, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 6.250, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 750 menjadi Rp 21.000.    

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads