IHSG Lawan Sentimen Negatif

IHSG Lawan Sentimen Negatif

- detikFinance
Jumat, 23 Mei 2008 08:06 WIB
IHSG Lawan Sentimen Negatif
Jakarta - Rencana pengumuman BBM pada Jumat malam ini dan diikuti isu gelombang demo besar-besaran akan menekan perdagangan saham. Tapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih punya tenaga untuk melawannya.

Pada perdagangan saham akhir pekan Jumat (23/5/2008) IHSG diprediksi masih akan melanjutkan lagi penguatannya. Saham unggulan seperti Telkom yang tengah dinanti laporan keuangannya oleh investor akan menjadi motor penggeraknya.

Selain itu bursa regional yang pagi ini menguat seperti Nikkei yang mengikuti Wall Street juga akan menambah semangat IHSG bergerak di jalur positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (22/5/2008) indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 24,43 poin (0,19%) menjadi 12.625,62. Indeks Nasdaq naik 16,31 poin (0,67%) menjadi 2.464,58 dan Standard & Poor's 500 naik 3,64 poin (0,26%) menjadi 1.394,35.

Turunnya harga minyak dunia di pasar New York menjadi US$ 130,81 per barel memberikan sedikit 'nafas' buat pelaku pasar.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (22/5/2008), IHSG naik 9,243 poin (0,37%) menjadi 2.503,952.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks berhasil rebound 9 poin ke posisi 2.503 keluar dari tekanan jual yang cukup tinggi menyusul melemahnya Dow Jones dan meroketnya harga minyak. Investor mengoleksi saham TLKM sebagai antisipasi keluarnya laporan keuangan kuartalan yang belum dirilis. Peluang penguatan lebih lanjut masih terbuka walapun indeks sudah masuk overbought dengan kisaran 2.470 - 2.500 dan saham pilihan: UNSP, BUMI, SMCB, DEWA dan PTBA.

eTrading Securities


Bursa Indonesia secara mengejutkan berhasil rebound pada perdagangan kemarin ditengah pelemahan bursa Amerika dan Asia. Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat tipis di level 2.503,9. Hari ini, presiden akan mengumumkan kenaikan harga BBM yang efektif berlaku mulai Sabtu, pukul 00.00.

Sentimen ini diperkirakan akan sedikit menggoyang pasar, karena secara historis, kenaikan BBM akan mengguncang indeks dalam jangka pendek. Sementara Bursa Amerika pada perdagangan semalam berhasil rebound setelah 2 hari berturut-turut terkoreksi mencapai 3,3%. Penguatan ini disebabkan oleh terkoreksinya harga minyak dunia ke level US$131 meski sempat menyentuh US$135/barel. Mayoritas bursa Asia juga menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen kenaikan harga BBM diperkirakan akan lebih mempengaruhi pergerakan bursa pada hari ini dan setidaknya sampai pekan depan. Investor diperkirakan akan menggunakan sentimen ini untuk melakukan aksi profit taking atas beberapa saham yang telah naik tinggi. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2450 - 2515.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads