BUMN Perkebunan Paling Siap IPO

BUMN Perkebunan Paling Siap IPO

- detikFinance
Jumat, 23 Mei 2008 13:16 WIB
BUMN Perkebunan Paling Siap IPO
Jakarta - Perusahaan perkebunan pelat merah yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Medan), IV (Sumatra Utara) dan VII (Lampung) dinilai sebagai BUMN yang paling siap untuk IPO di tahun ini, di tengah kondisi pasar saham yang belum stabil.

Emiten perkebunan paling berprospek karena harga komoditas yang sedang melonjak. Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai acara pelantikan pejabat eselon II dan III kementerian BUMN, di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/5/2008).

"Memang prioritas utama untuk privatisasi IPO di tahun ini ada 10 BUMN tetapi untuk IPO ini kan tantangannya pasar yang sedang tidak bagus tapi untuk perkebunan oke. Kalau yang lain-lain sulit karena pasar sedang jelek begini kita tidak bisa melakukan IPO," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan berharap, pada bulan ini dengan dimulainya masa sidang DPR sudah ada persetujuan mengenai IPO BUMN. sehingga pada semester II realisasinya sudah dapat dilakukan.

"Supaya bisa menggunakan data keuangan bulan Juni. Semakin cepat persetujuan di DPR lebih bagus terutama untuk yang mau go public," ujar Sofyan.

Untuk BUMN perkebunan sendiri Sofyan mengatakan saham yang dilepas maksimal 40% akan tetapi tergantung dari rencana PTPN yang bersangkutan tersebut.

"Karena uang itu tidak diambil negara sama sekali, tapi yang penting seperti PTPN III kalau kita jual misalkan 40% kita harapkan mereka bisa membangun 200 ribu hektar kebun baru dan untuk PTPN IV kalau kita jual 30% sahamnya kita harap mereka bisa bangun pabrik baru dan kebun seluas 300 ribu hektar," katanya.

Ekspansi BUMN tersebut menurut Sofyan sangat diperlukan, supaya kebun PTPN bisa berkembang dan nilai produksinya lebih besar di tengah kondisi harga komoditas yang melonjak.

"Tapi kan PTPN sedang tidak punya uang karena itu kita butuh fresh money dari pasar," ujarnya. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads