Target IPO BUMN Tidak Direvisi

Target IPO BUMN Tidak Direvisi

- detikFinance
Jumat, 23 Mei 2008 13:38 WIB
Jakarta - Kementerian Negara BUMN tidak akan merevisi jumlah BUMN yang akan IPO tahun ini meskipun kondisi pasar tidak memungkinkan dan belum ada satupun BUMN yang melakukan IPO hingga pertengahan tahun ini.

Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai acara pelantikan pejabat eselon II dan III kementerian BUMN, di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/5/2008).

"Kita tidak akan merevisi tetap 10 BUMN karena itu yang menjadi guide pertama kita," kata Sofyan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan mengatakan bahwa pihaknya sangat menyetujui pimpinan DPR untuk membentuk tim khusus privatisasi yang menggabungkan dua komisi yang menangani BUMN yakni komisi VI dan XI.

"Senin nanti kita akan ada RDP dengan Komisi VI, inisiatif dari pimpinan DPR untuk menyatukan kedua komisi tersebut bagus sekali. Dengan demikian kita bicara dengan dua komisi dalam satu forum sehingga lebih cepat, sebab sampai sekarang belum ada satu pun yang mendapat izin dari DPR tapi mudah-mudahan pada masa sidang ini kita sudah mendapatkan," tutur Sofyan.

Sofyan menjelaskan tahun ini ada 36 BUMN yang diusulkan diprivatisasi dengan berbagai macam opsi seperti strategic sale dan IPO.

"Tapi jangan salah paham privatisasi itu bukannya kita seolah-olah menjual aset negara saya nggak suka itu istilah privatisasi, karena kita enggak ada niat menjual aset negara ini untuk membangun BUMN kita sendiri karena untuk APBN tahun ini cuma Rp 500 miliar keperluannya dari privatisasi BUMN," jelasnya.

Adapun 34 BUMN yang murni masuk dalam program privatisasi 2008 adalah:

  1. PT Asuransi Jasa Indonesia metode melalui IPO dengan maksimal 30 persen saham baru yang akan dilepas.
  2. PT Bahtera Adiguna akan dilepas 100 persen kepemilikan pemerintah melalui strategic sales.
  3. PT Bank Tabungan Negara dengan 2 opsi IPO maksimal 30 persen saham baru atau strategic sales kepada bank BUMN maksimal 99,9 persen sahamnya.
  4. PT Barata Indonesia yang akan melalui strategis sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  5. PT Djakarta Lloyd melalui strategic sales dengan menjual maksimal 49 persen saham pemerintah.
  6. PT Dok & Perkapalan Surabaya melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  7. PT Industri Kapal Indonesia melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  8. PT Industri Kereta Api (Inka) melalui strategic sales dengan menjual maksimal 49 persen saham pemerintah.
  9. PT Industri Sandang melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  10. PT INTI melalui strategic sales dengan maksimal menjual 51 persen saham pemerintah.
  11. PT Kertas Kraft Aceh melalui strategic sales dengan maksimal menjual 51 persen saham pemerintah.
  12. PT Krakatau Steel dengan 2 opsi yaitu IPO maksimal 40 persen saham baru atau strategic sales dengan maksimal melepas 20 persen saham pemerintah.
  13. PT Pengerukan Indonesia melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  14. PTPN III melalui metode IPO dengan maksimal 40 persen saham yang dilepas yang terdiri dari 30 persen saham baru dan 10 persen divestasi.
  15. PTPN IV melalui metode IPO dengan maksimal 40 persen saham yang dilepas yang terdiri dari 30 persen saham baru dan 10 persen divestasi.
  16. PTPN VII melalui metode IPO dengan maksimal 40 persen saham yang dilepas yang terdiri dari 30 persen saham baru dan 10 persen divestasi.
  17. PT Semen Baturaja ada 2 opsi IPO atau strategic sales dengan melepas 35 persen saham baru.
  18. PT Sarana Karya melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  19. PT Virama Karya melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  20. PT Waskita Karua melalui metode IPO dengan melepas maksimal 35 persen saham baru.
  21. PT Yodya Karua melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  22. PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari melalui strategic sales dengan menjual maksimal 49 persen saham pemerintah.
  23. PT Sucofindo ada 2 opsi IPO atau strategic sales dengan melepas maksimal 30 persen saham baru.
  24. PT Kawasan Berikat Nusantara melalui strategic sales dengan menjual maksimal 70 persen saham pemerintah.
  25. PT Surveyor Indonesia melalui IPO dengan melepas maksimal 30 persen saham baru.
  26. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melalui block sales (private placement) dengan menjual 4,24 persen sisa green shoe dan tambahan 15,76 persen divestasi saham pemerintah.
  27. PT Semen Kupang melalui strategic sales dengan menjual maksimal 38,48 persen saham pemerintah.
  28. PT Kawasan Industri Medan melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 60 persen.
  29. PT Kawasan Industri Makasar melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 60 persen.
  30. PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 60 persen.
  31. PT Adhi Karya melalui right issue maksimal 30 persen.
  32. PT Pembangunan Perumahan melalui IPo maksimal 30 persen.
  33. PT SIER melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 50 persen.
  34. Rekayasa Industri, pemerintah akan mendivestasikan sahamnya yang berjumlah 4,97 persen kepada Pusri yang nantinya akan dilakukan IPO oleh Pusri.
(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads