"Harga jual kami ke PT Indonesia Power selaku pemilik proyek PLTU Suralaya naik sebesar 12,55%," ujar Corporate Secretary PTBA, Eko Budhiwijayanto saat dihubungi detikFinance, Jumat (23/5/2008).
Pada periode Januari hingga Mei 2008, kontrak harga jual perseroan ke Indonesia Power masih sebesar Rp 484.000 per ton. Namun untuk kontrak periode Juni hingga Desember 2008 naik 12,55% menjadi Rp 544.750 per ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total kontrak pasokan batubara PTBA ke PLTU Suralaya tahun 2008 sebanyak 5,1 juta ton. Pada periode Januari-Mei 2008 telah dipasok sebanyak 2,1 juta ton. Jadi sisa pasokan dengan harga baru akan sekitar 3 juta ton.
Jika menggunakan harga kontrak lama maka target pendapatan PTBA ke Suralaya akan sebesar Rp 2,468 triliun (Rp 484.000 dikali 5,1 juta ton).
Dengan adanya kontrak harga baru maka perolehan pendapatan PTBA dari PLTU Suralaya selama periode Juni-Desember 2008 akan menjadi Rp 1,634 triliun (Rp 544.750 dikali 3 juta ton).
Sehubungan dengan itu, pada periode Januari-Mei 2008 PTBA menjual 2 juta ton di harga Rp 484.000 per ton. Maka perolehan PTBA pada periode tersebut sebesar Rp 1,016 triliun.
Jika dijumlah periode Januari-Mei dengan Juni-Desember, maka perolehan pendapatan PTBA dari PLTU Suralaya akan sebesar Rp 2,65 triliun.
Dengan demikian berarti penjualan PTBA ke PLTU Suralaya akan meningkat 7,37% dari sebelumnya Rp 2,47 triliun menjadi Rp 2,65 triliun.
Sementara pada tahun 2008 ini PTBA menargetkan penjualan sebanyak 13 juta ton. Dengan demikian penetrasi kenaikan harga kontrak baru tersebut akan menambah perolehan pendapatan PTBA di 2008 sebesar 2,89%.
(dro/lih)











































