Indosiar Cari Dana Lunasi Obligasi Rp 700 miliar

Indosiar Cari Dana Lunasi Obligasi Rp 700 miliar

- detikFinance
Jumat, 23 Mei 2008 19:19 WIB
Indosiar Cari Dana Lunasi Obligasi Rp 700 miliar
Jakarta - PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) kesulitan melunasi obligasi Rp 700 miliar yang akan jatuh tempo 8 Agustus 2008. Hingga saat ini perseroan belum memperoleh pinjaman perbankan dan rencana rights issue pun tertunda.

"Kami masih menjajaki pinjaman perbankan. Namun belum ada bank yang committed sediakan dana. Meski demikian kami terus berusaha lunasi obligasi senilai lebih kurang Rp 700 miliar," ujar Direktur Keuangan IDKM, Phiong Philipus Darma, usai RUPST di gedung Indosiar, Jl Daanmogot, Jakarta, Jumat
(23/5/2008).

Ia mengungkapkan komposisi dana yang dibidik dari pinjaman perbankan adalah Rp 500 miliar. Selain pinjaman bank pihaknya juga berencana melakukan rights issue yang akan dilakukan pada Mei 2008 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rights issue kami jadi dilakukan, tapi saat ini kami masih fokus ke perbankan. Jika waktunya mepet, rights issue masih bisa dilakukan, sudah ada komitmen dari pemegang saham mayoritas," ungkap Philipus.

Desember silam, Philipus menyatakan pihaknya telah menjajaki 3 - 4 bank lokal. Tapi ia enggan menyebutkan nama bank tersebut. Ia juga mengatakan, perseroan saat ini tidak mungkin melakukan restrukturisasi pelunasan obligasi. Perseroan terkendala pada rating obligasinya yang turun menjadi double B.

Meski belum memperoleh komitmen pelunasan obligasi, perseroan mencatatkan kinerja positif selama kuartal I 2008.

Pendapatan meningkat Rp 56 miliar menjadi Rp 187 miliar dari sebelumnya di kuartal I 2007 hanya Rp 131 miliar. Di sisi laba bersih, Indosiar berhasil meraih laba bersih Rp 15,3 miliar setelah sebelumnya merugi Rp 56 miliar.

"Kinerja kuartal I 2008 positif karena pendapatan naik signifikan sementara cost (beban usaha) turun signifikan," papar Philipus.

Penurunan beban usaha di kuartal I 2008 mencapai Rp 41 miliar. Pada kuartal I 2008 beban usaha hanya Rp 134 miliar, dibandingkan beban usaha periode yang sama tahun sebelumnya Rp 175 miliar. Menurutnya, penurunan beban usaha didukung oleh meningkatnya durasi program.

"Untuk target pendapatan dan laba bersih tahun 2008, perseroan menargetkan empat kali lipat pendapatan di kuartal I 2008," ujar Philipus.

(dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads