IHSG Kembali Dapat Sandungan

IHSG Kembali Dapat Sandungan

- detikFinance
Senin, 26 Mei 2008 08:06 WIB
IHSG Kembali Dapat Sandungan
Jakarta - Sentimen-sentimen negatif masih menyandung langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pelemahan bursa-bursa utama regional dan juga maraknya demo menolak kenaikan harga BBM membuat langkah IHSG sedikit tersendat.

IHSG pada perdagangan Senin (26/5/2008) diprediksi masih akan bergerak melemah ditengah lesunya pergerakan bursa-bursa regional.

Pada Jumat (23/5/2008) akhir pekan lalu, IHSG tercatat merosot hingga37,997 poin (1,52%) ke level 2.465,955. Pelemahan bursa terjadi karena kekhawatiran terjadinya kerusuhan demo menolak kenaikan harga BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara sentimen negatif juga datang dari bursa saham di Wall Street di akhir pekan lalu yang kembali merosot sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah dunia. Indeks Dow Jones pada Jumat pekan lalu ditutup melemah 3,9% ke level 12.479,63.

Bursa-bursa Asia pun mengawali pekan ini dengan pelemahan, seperti Bursa Saham Tokyo. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung melemah 191,47 poin (1,37%) ke level 13.820,73. Jika pelemahan bursa-bursa regional merata dan terus berlangsung, maka keterpurukan IHSG tak bisa dihindari.

Namun IHSG akan terselamatkan jika tak ada kerusuhan demo setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM akhir pekan lalu.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Securities:


Kenaikan BBM oleh pemerintah membuat indeks kembali menemukan momentum untuk turun 37 poin (1,52%) keposisi 2.465 disamping secara tehnikal telah masuk area overbought. Keluarnya result TLKM belum mampu menahan indeks karena sudah diantisipasi sebelumnya. Indeks diperkirakan kembali melemah dikisaran 2.430-2.480 dengan saham pilihan: PTBA, PGAS, TBLA, AALI dan BUMI.

eTrading Securities:

Bursa Indonesia pada perdagangan pekan kemarin ditutup dengan koreksi yang cukup dalam sekitar 1,5% dan ditutup di level 2465,95. Koreksi ini terkait isu kenaikan BBM yang mulai berlaku sabtu (24/05) dengan besaran rata-rata 30%.

Sementara bursa Amerika pada perdagangan jumat kemarin ditutup melemah 1,1% terkait harga minyak dunia yang kembali naik, setelah sempat terkoreksi. Mayoritas bursa Asia pada hari ini juga dibuka melemah sekitar 1% terkait sentimen ini.

Reaksi masyarakat atas keputusan kenaikan BBM mulai terasa. Isu demonstrasi besar-besaran pada hari ini serta telah naiknya ongkos angkutan umum diperkirakan akan membuat bursa Indonesia kembali terkoreksi. Investor diperkirakan akan keluar dari bursa sejenak, sampai stabilnya kondisi ekonomi dan sosial pasca kenaikan harga BBM.

Indeks diperkirakan akan mulai memasuki masa bearish jangka pendek,setelah selama 3 minggu terakhir rally. Beberapa saham interest rate sensitive dan yang terkait dengan inflasi diperkirakan akan melemah. Profit taking juga akan melanda beberapa saham blue chip yang masih berada di area overbought. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2425-2480.
Β 





(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads