Jakarta - Nilai tukar rupiah terpental jauh sejalan meningkatnya permintaan valas dari korporasi untuk kebutuhan di akhir bulan. Rupiah juga tertekan oleh aksi lepas obligasi yang juga dialami oleh regional lainnya.
Pada perdagangan Senin (26/5/2008), rupiah merosot jauh ke level 9.345 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.308 per dolar AS.
Aksi jual yang cukup deras di pasar saham ikut menyeret pelemahan rupiah. Investor untuk sementara melepas portofolionya sejalan dengan ketidakpastian yang masih menyelimuti pasar finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi ancaman inflasi akan semakin besar setelah pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 28,7%. BPS sebelumnya telah mengingatkan bahwa inflasi akan menembus 10% setelah kenaikan harga BBM.
(qom/ddn)