Pada perdagangan Selasa (27/5/2008), rupiah dibuka langsung melemah ke level 9.375 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level 9.345 per dolar AS.
Selain terdesak oleh aksi jual obligasi dan pasar saham, rupiah juga tertekan oleh kenaikan permintaan valas menjelang akhir bulan. Apalagi harga minyak naik cukup tajam akhir-akhir ini, sehingga akan meningkatkan permintaan valas korporasi, termasuk Pertamina untuk kebutuhan impor minyaknya.
Β (qom/qom)











































