"Dari hasil voting itu, hanya memperoleh sekitar 48 persen suara saham, jadi karena kurang dari 50 persen maka itu sama saja dengan tidak disetujui," ujar Dirut PTBA Sukrisno usai RUPS di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (29/5/2008).
Semula akuisisi itu digunakan untuk meningkatkan jalur distribusi batubara lewat laut. Saat ini sekitar 80 persen jalur distribusi PTBA melalui jalur laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukrisno mengatakan untuk membahas kembali rencana akuisisi Bahtera Adiguna harus menunggu 12 bulan setelah RUPS.
"Jadi untuk tahun ini opsi yang akan kita bahas adalah mencari perusahaan pelayaran baru untuk diakuisisi atau membentuk perusahaan pelayaran sendiri," ujarnya.
Investasi untuk pembentukkan perusahaan pelayaran sendiri belum disebutkan Sukrisno.
Sementara itu perseroan juga tidak menutup kemungkinan untuk hijrah ke Kalimantan dalam rangka mengakuisisi tambang baru.
"Namun hal ini sangat tergantung kepada apa-apa yang memberikan profitabilitas bagi perseroan, jadi ini masih akan kita lihat-lihat dulu, dan kalau memang jadi dananya akan menggunakan kas internal," ujarnya.
Di tahun ini, PTBA menargetkan produksi batubara sebanyak 10 juta ton. Dengan volume penjualan sebesar 13 juta ton, sekitar 60 persen dijual untuk kebutuhan domestik sisanya untuk diekspor.
Sekitar 6,95 juta ton akan disetor untuk 3 proyek pembangkit listrik yaitu PLTU Suralaya, Karahan, dan Bukit Asam. (ddn/ddn)











































