IPO Kertas Basuki Rahmat Diundur

IPO Kertas Basuki Rahmat Diundur

- detikFinance
Jumat, 30 Mei 2008 14:29 WIB
Jakarta - Rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) PT Kertas Basuki Rahmat diundur karena belum keluarnya pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Pernyataan efektif dari Bapepam belum keluar. Jadi kami masih menunggu keputusan lebih lanjut mengenai rencana IPO. Namun kami harapkan secepatnya," ujar Ferdinand Terdy, Direktur Investment Banking PT Henan Putihrai Sekuritas, selaku penjamin emisi Kertas Basuki Rahmat saat dihubungi detikFinance, Jumat (30/5/2008).

Sebelumnya
, PT Kertas Basuki Rahmat berencana melepas sekitar 1,36 miliar lembar saham seri B ke publik, atau setara dengan 21,38% dari seluruh saham perseroan.

Rencana awal pernyataan efektif diharapkan keluar pada 21 Mei 2008 lalu, masa penawaran 26-28 Mei 2008 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 4 Juni 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena efektif Bapepam belum keluar, tapi kami harapkan pada awal Juni efektif sudah keluar," ujar Ferdinand.

Selain saham, pada IPO tersebut perseroan juga akan melepas waran sebanyak 1,088 miliar waran seri I yang menyertai penerbitan saham seri B.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma yaitu setiap pemegang 5 saham baru akan mendapat 4 waran, dimana setiap 1 waran memberikan hak untuk membeli saham baru. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu 3 tahun.

"Kisaran harga juga belum dapat kami informasikan," ujar Ferdinand.

Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk dana pengambilalihan 65,9% saham di KBR dan untuk modal kerja. Sedangkan dana hasil penjualan waran untuk tambahan modal kerja di perseroan dan KBR.

PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk mempunyai tiga anak usaha yaitu PT Kertas Basuki Rachmat (KBR) yang berbasis di Banyuwangi. Perusahaan juga memiliki PT Kertas Blabak di Magelang dan PT HTI Basuki Rahmat.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Henan Putihrai. Pemegang saham setelah IPO adalah pemegang saham pendiri seri A yaitu Boediono 45,27%, PT Malindo Nusantara Cemerlang 33,33%, Yusuf Ardhi 0,02% serta masyarakat (saham seri B) 21,38%.

Pada 31 Desember 2007 perseroan memiliki total aset Rp 1,306 triliun. Pendapatan usaha Rp 201,317 miliar dan rugi bersih Rp 57,779 miliar.

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads