Inflasi Hantui Lantai Bursa

Inflasi Hantui Lantai Bursa

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2008 07:52 WIB
Inflasi Hantui Lantai Bursa
Jakarta - Pengumuman inflasi Mei pada awal pekan ini akan menjadi perhatian pelaku pasar saham. Inflasi Mei akan menunjukkan seberapa besar tekanan ekonom pasca kenaikan BBM 24 Mei lalu.

Alhasil, pada perdagangan saham Senin (2/6/2008), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan penuh tekanan.

Investor akan berhati-hati mengakumulasi saham dan memilih aman dengan melakukan trading daripada harus terjebak sentimen negatif inflasi. Besaran infalsi Mei diprediksi mencapai 1,3-1,5% dengan laju tahunan bisa tembus dua digit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat kemarin (30/5/2008), IHSG ditutup melemah 2,605 poin (0,11%) ke level 2.444,349.

Bursa global tengah dihantui ancaman inflasi yang tinggi. Bursa Wall Street pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu juga masih tertekan sentimen inflasi.

Indeks Dow Jones turun 7,90 poin (0,06%) ke posisi 12.638,32, indeks Nasdaq naik 14,34 poin(0,57%) menjadi 2.522,66 dan S&P naiik 2,12 poin (0,15%) ke posisi 1.400,38.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks melemah tipis 2 poin ke posisi 2.444 memperlihatkan investor hati-hati mengakumulasi saham sebagai antisipasi data inflasi yang bakal keluar siang ini. Kenaikan BBM non subsidi 5-8% per Juni bisa menjadi sentimen negatif saham otomotif dan transportasi. Indeks diperkirakan mixed dikisaran 2.430-2.460 dengan saham pilihan: LSIP, MEDC, PTBA, PGAS dan BUMI.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah tipis 0,1% dan ditutup di level 2.444,3. Namun meski ditutup relatif melemah, indeks masih berada dalam momentum bullish reversal. Fokus pergerakan bursa Indonesia pada pagi hari ini akan berasal dari pengumuman angka inflasi yang akan diumumkan pada pagi hari ini.

Naiknya inflasi pasca kenaikan harga BBM membawa spekulasi akan dinaikkannya BI Rate pada bulan ini untuk mengkontrol laju inflasi. Sementara bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka terkoreksi setelah penguatan pada pekan kemarin.

Pada penutupan pekan kemarin, harga batubara di NEWC port Australia kembali mencetak rekor terbaru di level US$151,7/tn. Sentimen ini akan membawa saham-saham coal player menguat pada perdagangan hari ini. Indeks diperkirakan akan menguat pada hari ini dengan rentang perdagangan 2.435 - 2.470.
Β  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads