"Tahun ini kami akan membangun Liquid Storage dan Bulk Storage dengan perkiraan investasi sebesar US$ 24-27 juta," ungkap Direktur Operasi LTLS, Herman Santoso, usai RUPS Tahunan di hotel Mulya, Jl Asia Afrika, Jakarta, Senin (2/6/2008).
Liquid Storage yang akan dibangun ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dari 25 ribu kilo liter menjadi 70 ribu kilo liter. "Investasi Liquid Storage sekitar US$ 12-15 juta," ujar Herman.
Untuk pembangunan gudang Bulk Storage kapasitas penyimpanannya sekitar 42 ribu meter persegi. Investasinya diperkirakan sebesar US$ 12 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk berbagai rencana tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 300 miliar di tahun 2008.
Mengenai pendanaan, Herman mengatakan akan menggunakan kas internal dan pinjaman perbankan dengan komposisi 30:70.
"Untuk pinjaman bank, kami sudah memiliki kerjasama dengan BCA, Standard Chartered, HSBC dan Rabo Bank," ungkap Herman.
Investasi tersebut dilakukan perseroan sebagai langkah memperkuat kapasitas yang mereka miliki. LTLS juga tengah membangun pabrik Etanol dengan nilai investasi US$ 26 juta.
"Pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini kami menganggarkan US$ 12-15 juta. Kami harapkan dapat beroperasi pada 2009," ujar Herman.
Perseroan juga tengah membangun pabrik di Vietnam dengan perkiraan nilai investasi sebesar US$ 8-10 juta. Pengerjaannya telah dilakukan sejak tahun 2007 lalu dan diharapkan selesai pada pertengahan 2009 mendatang.
Dividen Rp 21,847 Miliar
Mengenai hasil RUPS Tahunan yang baru saja dilangsungkan, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 21,847 miliar atau 30% dari perolehan laba bersih perseroan tahun 2007 lalu yang sebesar Rp 72 miliar. "Nilai dividen setara dengan Rp 28 per lembar," ujar Herman.
(dro/ddn)











































