Investor mengambil aksi jual besar-besaran, dipicu oleh perombakan besar-besaran dari manajemen bank terbesar AS Wachovia. Indeks Dow Jones merosot hingga 136,30 poin (1,08%) ke level 12.502,02. Nasdaq turun 31,13 poin (1,23%) ke level 2.491,53.
Pelemahan Dow Jones itu langsung direspons secara negatif oleh bursa regional. Seperti indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo yang langsung dibuka melemah hingga 164,53 (1,14%) ke level 14.275,61.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data inflasi Mei yang 1,41% membuat investor gugup. Padahal tekanan inflasi itu belum sepenuhnya terasa, dan diperkirakan angka untuk bulan Juni akan lebih besar.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Securities:
Indeks melemah 16 poin keposisi 2.427 dipicu jeleknya data inflasi bulan Mei sebesar 1.41% dan 10,38% (yoy) jauh diatas ekspektasi pasar. Antisipasi rapat dewan gubernur BI pada 5 Juni mendatang yang bakal menaikkan hingga 50bps menjadi 8.75% juga turut menekan indeks. Indeks diperkirakan masih melemah dikisaran 2.410-2.450 dengan saham pilihan: PTBA, ANTM, AKRA, UNSP dan BNGA.
eTrading Securities:
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin kembali terkoreksi akibat pengumuman inflasi bulan Mei yang mencapai 10,38% YoY pada sesi kedua perdagangan. Indeks kemarin melemah 0,67% di level 2427,76. Tingginya inflasi bulan Mei akibat kenaikan harga BBM, membuat investor berspekulasi BI akan menaikkan BI Rate pada RDG mendatang untuk mengurangi negative interest rate yang sedang terjadi. Langkah ini juga harus dilakukan BI untuk mengendalikan laju inflasi kedepan dan meredam pelemahan nilai Rupiah.
Sementara Bursa Amerika pada perdagangan semalam ditutup terkoreksi sekitar 1% akibat kembali melemahnya data manufaktur dan konstruksi di US, serta pasar finansial yang kembali mengalami goncangan setelah S&P's mengeluarkan outlook negatif atas beberapa bank investasi di US seperti Merrill Lynch, Morgan Stanley, Lehman Brothers, JP Morgan dan Bank of America. Kekhawatiran akan adanya kerugian atas penghapusan aset kembali melanda sektor finansial US. Sentimen ini membawa Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan hari ini.
Beberapa sentimen negatif dari dalam dan luar negeri ini, diperkirakan akan membawa indeks kembali terkoreksi. Tekanan jual masih akan membayangi Bursa Indonesia karena investor masih menunggu keputusan BI Rate yang diambil akhir pekan ini. Beberapa saham blue chip yang masih berada di atas normal area seperti ASII, PTBA, BUMI, ITMG, dan TINS diperkirakan akan terkoreksi. Rentang pergerakan indeks akan berada di kisaran 2400-2458.
(qom/qom)











































