Pada perdagangan Rabu (3/6/2008), rupiah dibuka melemah tipis di 9.315 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.305 per dolar AS.
Namun melihat tingginya inflasi, para analis memperkirakan akan ada kenaikan BI Rate 25 hingga 50 basis poin. BI sendiri sudah mensinyalkan adanya kenaikan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor dengan cepat mengambil reaksi atas pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang menyatakan bahwa tekanan atas dolar telah memberikan kontribusi pada kenaikan barang-barang impor dan inflasi.
Para pialang mengartikan komentar bahwa Fed tidak akan buru-buru untuk menurunkan suku bunga lagi dan menjadi lebih berhati-hati atas implikasi inflasi dari pelemahan dolar AS.
(qom/qom)











































